Rabu, 30 Juni 2010 |
0
komentar
Minggu petang, ketika saya menginjakkan kaki di rumah saya setelah seharian pergi bersama pak gun untuk mencari kios guna menampung semua ide saya dan pak gun, saya melihat berita di TV yang sepertinya sedang membahas fatwa haram rokok. Seketika kuhentikan langkahku di depan TV untuk menyimak sedikit tentang apa yang dibahas. Owh,, Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa, dengan berbagai pendapat atau pertimbangan menurut mereka tentunya. Bahkan mereka juga akan mengusulkan UU untuk membatasi dan dilakukannya pengawasan terhadap peredaran rokok. Secara kebetulan pula ketika malam harinya saya sedang menonton pertandingan final basket antar SMA, seorang ibu2 juga menasehati saya tentang bahaya dan kerugian rokok saat saya sedang meminta api kepada seseorang di sebelah ibu itu untuk menyalakan rokok.
Saya ingat benar, apa jawaban saya ketika ditanya mengenai pandangan saya terhadap rokok ataupun ketika ada orang yang tidak suka rokok yang sedang menasehati saya tentang bahaya rokok. Jawaban saya selalu sama, yakni merokok adalah hal yang bodoh karena itu jelas merugikan diri sendiri.
Saya ingat benar, apa jawaban saya ketika ditanya mengenai pandangan saya terhadap rokok ataupun ketika ada orang yang tidak suka rokok yang sedang menasehati saya tentang bahaya rokok. Jawaban saya selalu sama, yakni merokok adalah hal yang bodoh karena itu jelas merugikan diri sendiri.

