Rabu, 30 Juni 2010 |
0
komentar
Mahasiswa. Satu kata yang ternyata hanya berarti sebuah status saja. Dulu status saya pelajar SMA dan kini berubah menjadi Mahasiswa. Tak terasa sudah hampir 5 tahun saya berstatus mahasiswa. Status mahasiswa bagi saya berarti kemudahan. Kemudahan untuk mengakses kemana saja atas nama mahasiswa. Dari tahun pertama hingga sekarang, entah sudah berapa kali saya bepergian dengan menyandang status mahasiswa. Maksud saya, bepergian atas nama mahasiswa yang sering dibiayai oleh Negara.
Beberapa hari yang lalu saya melihat berita tentang kerusuhan atau bentrok yang terjadi di daerah Makassar, Sulawesi. Bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melibatkan warga pula. Miris pula hati saya melihat hal itu. Demo yang berujung rusuh dan anarkis, sering kali terdengar di Negara saya. Yang jadi masalah, demo di Negara saya identik dengan kata mahasiswa. Ya, pelaku demo di Negara saya memang identik dengan mahasiswa, entah itu mahasiswa beneran atau mahasiswa sewaan.
Beberapa hari yang lalu saya melihat berita tentang kerusuhan atau bentrok yang terjadi di daerah Makassar, Sulawesi. Bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melibatkan warga pula. Miris pula hati saya melihat hal itu. Demo yang berujung rusuh dan anarkis, sering kali terdengar di Negara saya. Yang jadi masalah, demo di Negara saya identik dengan kata mahasiswa. Ya, pelaku demo di Negara saya memang identik dengan mahasiswa, entah itu mahasiswa beneran atau mahasiswa sewaan.

