Jumat, 02 Juli 2010 |
1 komentar
Akhir juni, menjadi minggu paling berat bagi saya. Ujian kehidupan yang datang membuat saya lemas. Lemas badan, otak dan psikis. 25 juni, kalau saya ndak salah ingat, momen ujian kehidupan pertama menghampiri saya. Dua wanita yang sama2 mencintai saya, pergi meninggalkan saya. Saat itu kepala saya rasanya seperti terkena jatuhan batu berukuran besar dan menempel di kepala saya, sungguh berat sekali. Belum genap dua hari setelah saya kehilangan 2 wanita yang mencintai saya, datang ujian kehidupan yang kedua, yakni dua rekan bisnis saya, yang sudah saya percaya dan saya anggap sahabat dekat, mengkhianati saya.
Lengkap sudah ujian kehidupan yang datang hampir bersamaan itu. Stres. Ya, saya stres kala itu. Melakukan apapun rasanya berat. Bawaannya marah2 melulu. Entah sudah berapa orang yang terkena imbas dari ke-stres-an saya. Berbagai upaya saya lakukan untuk menghilangkan stres yang hinggap pada saya. Mulai dari menyendiri di tepi pantai malam2 sambil merokok, berkaraoke ria hingga berteriak kencang di pantai.
Lengkap sudah ujian kehidupan yang datang hampir bersamaan itu. Stres. Ya, saya stres kala itu. Melakukan apapun rasanya berat. Bawaannya marah2 melulu. Entah sudah berapa orang yang terkena imbas dari ke-stres-an saya. Berbagai upaya saya lakukan untuk menghilangkan stres yang hinggap pada saya. Mulai dari menyendiri di tepi pantai malam2 sambil merokok, berkaraoke ria hingga berteriak kencang di pantai.

