Jumat, 25 Juni 2010 |
0
komentar
“Oh my God, pacarku hamil lagi.”kalimat itu keluar sesaat setelah kawan saya membaca sms yang masuk. Saat itu kami sedang berada di salah satu resto cepat saji yang cukup terkenal. Saya hampir saja tersedak minuman cola ketika saya mendengarnya. Saya tak berani berkata-kata. Saya hanya terdiam menunggu kawan saya ini memulai percakapan lagi karena dia terlihat sibuk mengetik sesuatu seperti sedang membalas sms. Satu hal yang membuat saya bingung adalah raut wajah kawan saya. Dia sama sekali tak terlihat sedang kebingungan ataupun cemas.
Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.
“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.
“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.
“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.
Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.
“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.
“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.
“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.

