Tampilkan postingan dengan label fahmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label fahmi. Tampilkan semua postingan

Terima kasih Becak

Kamis, 25 pebruari 2010.

Hari ini saya berencana pulang ke rumah bapak dan ibu saya. Ini mungkin adalah salah satu kepulangan saya yang terencana, karena biasanya saya pulang tanpa sebuah rencana. Tapi kepulangan hari ini sudah terencana sejak awal bulan pebruari. Kepulangan yang kurencanakan karena janji saya pada kawan-kawan saya nun jauh di mato, yang juga merencanakan untuk pulang weekend ini. Ya, saya telah sepakat dengan pak tonx dan pak gun untuk berkumpul di kota jepara. Meskipun semalam mendapat kabar dari pak tonx bahwa pak gun tak jadi pulang karena ada sesuatu hal yang tak bisa di tinggal. Sesuatu tentang kebaikan hati mungkin.

Seperti biasa, saya memesan tiket travel untuk kepulanganku hari ini. Saya memesan untuk jam 6 sore. Sekitar pukul 16.00 wib saya berangkat dari kosan saya. Saya sengaja berangkat lebih awal karena ingin mengunjungi toko buku lebih dulu. 16.20 wib saya telah menginjakkan kaki di toko buku yang cukup terkenal. Berkeliling mencari buku-buku yang sekiranya menarik. Finally, saya menemukan buku yang sangat menarik, judulnya “melihat Tuhan” . Saya sempat membaca isi buku itu sekilas dan saya tertarik dengan pemikiran si penulis. Kapan-kapan saya akan menceritakan isi buku itu.

Hujan di kotaku

Hujan. Serangkaian air yang turun dari atas entah itu dari langit atau surga. Air hujan itu selalu terlihat berlomba-lomba untuk jatuh ke bumi dimata saya. Ada yang bilang, hujan adalah berkah namun ada juga yang bilang hujan itu pertanda buruk. Saya sendiri percaya keduanya. Terkadang hujan memang sebuah berkah yang luar biasa, namun tak jarang pula hujan itu sebagai pertanda buruk. Tergantung dimana hujan itu datang dan kondisi daerah yang dikunjungi hujan serta dari kacamata mana seseorang menilai hujan itu sendiri.

Hujan itu menjadi berkah ketika musim kemarau yang tak kunjung usai, begitu pula sebaliknya, hujan bisa menjadi pertanda buruk tatkala hujan datang berhari-hari tak kunjung reda pula. Banjir melanda seluruh wilayah daerah sekitar sungai.

Sebuah tulisan usang saya

sebuah tulisan usang yang ingin saya bagikan kembali kepada khalayak ramai..selamat menikmati.

Sudah lama banget ga nulis. Entah sudah berapa bulan jari jemari ini tak lagi bergerak menjejakkan huruf demi huruf, kata demi kata, yang berakhir sebagai sebuah paragraf atau syukur-syukur menjadi sebuah cerita. Sebuah cerita yang mengalun bagai sebuah symponi, mengalir bagai sungai, yang bisa dinikmati oleh semua orang atau minimal oleh saya sendiri. Ya, minimal harus bisa saya nikmati. Bukan, bukan karena saya tak ingin berbagi, hanya saja tadi saya katakan “minimal oleh saya sendiri”. Itu berarti, apa yang saya tulis harus bisa saya nikmati, kalau tidak bisa saya nikmati sendiri berarti itu bukan tulisan saya. Akhirnya jari jemari ini memulai gerakannya dengan menuliskan sesuatu yang tidak saya mengerti maksudnya tapi bisa saya nikmati. Alhamdulillah.

Menjadi Bodoh dan Bahagia part 2

Ku terbangun dari mimpi yang tidak begitu jelas siapa orang-orang yang ada dimimpiku. 05.10 wib. Tapi aku masih ingat tentang apa yang ku tulis semalam. Pertanyaan tentang bahagia dan menjadi bodoh seperti si Charlie. Semalam, ketika aku menulis tentang bodoh dan bahagia, otak ini mungkin sedang tidak bekerja dengan baik. Ketika aku terbangun dari tidurku, aku baru teringat kalau 4 jam sebelum aku menulis semalam, sekitar pukul 20.30wib, ada seorang kawanku yang bertanya padaku lewat sms.

“mi, akhir2 ni aku sering banget budreg, stress, pikiranku tak tenang, rasanya otak ini perlu di cuci.” Lalu ku balas sms itu dengan singkat, padat dan jelas. “yowes tho, di gowo nang laundry wae, nang shakira laundry murah.”

Beberapa detik kemudian aku mendengar suara sms masuk lagi. “mi, serius. Ayolah help me, kau selalu punya cara untuk itu. Aku tak pernah melihatmu stress, bahkan ketika kau kehilangan hampir semua uangmu.” Mmmmmhhhh,,, aku tersenyum kecil. Pikiranku melayang, menuju masa itu. Ah, kau tak pernah tahu bagaimana hidupku ketika aku tahu uangku hilang. Uang yang aku kumpulkan sejak 2 tahun yang lalu itu. Kau hanya tahu, ketika aku sudah tersenyum menghadapi kejadian itu. Ya, kau tahu keadaanku tepat seminggu setelah kejadian itu, kau tak pernah tahu apa yang terjadi padaku sebelum itu. Aku hanya manusia biasa sepertimu yang pernah stress, budreg, dan tak selalu siap dengan segala cobaan yang datang.

Menjadi bodoh dan bahagia part 1

Ternyata menjadi bodoh adalah salah satu cara untuk bahagia. Semakin aku banyak tahu tentang sesuatu, itu berarti semakin banyak aku memikirkan sesuatu dan kemudian semakin banyak pula masalah yang harus kupikirkan dan kupecahkan. Terkadang aku ingin menjadi bodoh dan terbelakang seperti si Charlie, tokoh dalam novel “Charlie, si Jenius Dungu”.

Tetap tersenyum meskipun ditertawakan dan dihina setengah mati, bahkan ia ikut tertawa ketika orang-orang menertawakan kebodohannya. Ia tak peduli orang-orang itu menertawakannya. Bukan, bukannya ia tidak peduli tapi tidak merasa bahwa ia sedang ditertawakan karena kebodohannya. Tidak merasa dan tidak tahu. Yang Charlie tahu, hanyalah ia senang bisa membuat orang tertawa dan ia pun ikut tertawa bersama orang-orang yang menertawakannya.

Betapa menyenangkannya menjadi si Charlie yang tak tahu apa-apa, pikirku.

Standar kemapanan : syarat mempersunting wanita

”Apa yang kamu punya?”
”Pekerjaan kamu apa? ”


Dua kalimat yang saya dengar ketika saya dengan terpaksa menonton sebuah sinetron. Keterpaksaan yang disebabkan karena remote tv dikuasai bapakku tercinta. Dua kalimat itu mengganggu pikiran saya malam ini. Saya jadi membayangkan keadaan itu terjadi pada saya. Keadaan dimana saya sedang ditanyai dua kalimat tersebut. Kenapa dua kalimat tersebut seperti menjadi sesosok monster yang menakutkan bagi saya.

Apa yang ada dalam pikiran anda ketika membaca dua kalimat tersebut? Kondisi seperti apa yang anda bayangkan untuk dua kalimat tersebut?

Sebuah pelajaran dari semut2 kecil

Kamis , 11 maret 2010 bertepatan dengan hari supersemar, saya pulang ke tempat dimana saya dilahirkan. Sekitar pukul 17.10 WIB saya menginjakkan kaki di halaman rumah saya. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB pak Gunawan menghampiri saya karena kami sudah sepakat untuk mengunjungi lapak atau tempat nongkrong yang baru dibuka oleh teman saya si zaenur yakni segokucing.com . Namun ternyata pak zaenur ini sedang siaran di radio R-lisa, tempat dimana ia bekerja.

Beberapa saat kemudian pak bowo datang untuk menambah skuad malam ini. Pada awalnya saya dan pak gun mengunjungi pak zaenur hanya untuk urusan sebuah project kecil2an, namun akhirnya kunjungan ini berujung pada acara bermain PS bersama. Bermain PS bersama di radio R-Lisa. Tak lupa pula kami memesan minuman dan makanan kecil guna melengkapi acara kami.

Oh my God, Pacarku hamil lagi

“Oh my God, pacarku hamil lagi.”kalimat itu keluar sesaat setelah kawan saya membaca sms yang masuk. Saat itu kami sedang berada di salah satu resto cepat saji yang cukup terkenal. Saya hampir saja tersedak minuman cola ketika saya mendengarnya. Saya tak berani berkata-kata. Saya hanya terdiam menunggu kawan saya ini memulai percakapan lagi karena dia terlihat sibuk mengetik sesuatu seperti sedang membalas sms. Satu hal yang membuat saya bingung adalah raut wajah kawan saya. Dia sama sekali tak terlihat sedang kebingungan ataupun cemas.

Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.

“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.

“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.

“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.

Kematian massal semut-semut di kamarku

16 pebruari 2010

Terbangun aku dari tidurku, setelah semalam harus bekerja di pagi buta jam 1, untuk merampok kayu. Ya, semalam aku terbangun jam 1 karena ada panggilan telepon tengah malam dari bapakQ tercinta. Di suruhnya aku untuk merampok kayu dari sang sopir di pagi buta.

Pukul 6 pagi aku terbangun oleh suara alarm HPku. Seketika itu pula aku langsung menyalakan lampu kamar dan membuka pintu agar udara pagi yang sejuk itu masuk memenuhi ruang peristirahatanku. Ada yang aneh dengan ruang peristirahatanku. Seingatku, ruangan ini sudah aku bersihkan semalam setelah aku kembali dari berjibaku di pagi buta. Tapi pagi ini kenapa terlihat kotor sekali. Ku coba untuk mendekati biang kotor di kamarku. Oh,,ternyata itu adalah semut. Semut-semut kecil itu terlihat tak bergerak sedikitpun. Semut-semut kecil itu mati. Jumlahnya banyak sekali. Tersebar di seluruh ruangan. Tapi daerah yang paling banyak di dekat almari pakaianku.

Aku pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan? Apa yang menyebabkan semut-semut kecil ini tak bergerak? Apa yang telah aku lakukan? Entahlah, aku juga tak tahu kenapa semut-semut kecil ini tak bergerak. Lantas apa yang menyebabkan kematian massal pada semut-semut kecil ini. Apakah mereka mati karena kelaparan? Apakah mereka mati karena keracunan makanan?

Sopir Bus juga manusia

Hari ini adalah hari dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Sejak semalam saya sudah berencana untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek saya. Ya, walaupun mereka sudah tiada, tapi suasana rumah itu selalu mengingatkan saya pada mereka, kakek dan nenek saya. Sekitar pukul 06.30 wib saya berangkat menuju kota kretek kudus. Saya naik bus. Awalnya bapakku tercinta memintaku untuk naik motor saja, tapi saya bersikeras untuk naik bus. Entahlah, saya sedang ingin menikmati kendaraan umum.

Tak ada yang istimewa dalam perjalanan saya menuju kota kretek. Begitu pula ketika saya tiba di rumah kakek dan nenek saya. Biasa saja, hanya pikiran saya saja yang melayang menerawang sekilas ke masa lampau, ketika kakek dan nenek saya masih hidup. Sekitar pukul 10.00 wib saya balik ke rumah. Naik bus lagi. Berbeda dengan perjalanan yang pertama, kali ini perjalanan saya dari kota kretek menuju kota bumi kartini mendapat pengalaman yang cukup menarik.

Sesampainya di terminal kota kudus, saya langsung memilih bus untuk segera menuju rumah saya. Saya pun langsung menaiki salah satu bus yang sepertinya sudah mau berangkat. Belum penuh memang, hanya terisi 5 orang saja, 2 di belakang, 1 di tengah dan 2 di depan. Saya memilih duduk di deretan paling depan, di samping pak sopir. Baru dua menit saya duduk di dalam bus, ada orang yang teriak2, sepertinya sedang marah. Orang itu mendekati sopir bus yang saya tumpangi.

“bos, si junet kuwi wes keterlaluan banget owk, junet ki sering nyolong jadwal trus. Nek ketemu tak anjuti kuwi junet.”kata orang yang tadi teriak2 yang kemudian saya tahu bahwa dia adalah kernet bus, kepada sopir bus.

Abang tukang becak

Setibanya bus di kali kanal, saya pun langsung turun. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma ja;lan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma jalan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Berjalan kaki dari sekolah menuju rumah.

Oke. Saya akan menikmati jalanan di kota bumi kartini. Saya merogoh kantong celana saya guna mengambil HP. Oh, pukul 11.00 wib. Pantas saja, matahari sudah terasa terik. saya berjalan kaki menuju rumah saya. Sesekali berhenti. Saya berhenti di perempatan dekat SMA saya. Saya berhenti di tengah-tengah perempatan, lalu saya memfoto patung yang katanya R.A Kartini. Saya tak peduli orang-orang melihat saya. Kemudian saya lanjutkan perjalanan. Ketika hampir sampai di kantor PLN, di depan SMP 5, saya melihat abang tukang becak beserta becaknya tentunya.

Label: , , ,

Sembilan ASU Niam

Jogja, sebuah kota yang takkan pernah terlupa. Sebuah kota yang menyimpan banyak kenangan tentang perjalanan hidup saya. Sebuah kota yang dipenuhi dengan orang-orang kreatif, yang membuat kota ini tak ada matinya dalam berkarya dan menciptakan sesuatu yang baru.

Entah sudah berapa lama saya tidak menginjakkan kaki di kota pelajar. Sekitar pertengahan desember , terakhir kali saya mencium aroma jogja. Namun lawatan saya kali ini memang berbeda dengan terakhir kali saya ke kota itu. Agenda lawatan kali ini resmi untuk bersilaturahmi dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan kawan-kawan saya di jogja.

Label: , , ,

Kosan saya yang baru

Kemarin, rabu 10 maret 2010 bertepatan dengan hari film nasional saya merasakan capek yang luar biasa. Padahal aktifitas yang saya lakukan juga tidak terlalu padat. Ada apa gerangan, pikir saya. Malam itu, sekitar pukul 20.00WIB saya berkumpul dengan bapak kos saya dan mas fandi, penghuni kamar kos sebelah kamar saya. Banyak cerita yang saya dapatkan dari acara kumpul bersama mereka, mulai dari cerita klenik warung makan di daerah saya, hingga cerita tentang berbagai persoalan yang sedang melanda negeri tercinta saya, Indonesia.

Tapi kali ini saya tidak sedang ingin menulis tentang cerita yang saya dapatkan semalam. Yang ingin saya tulis dan ceritakan adalah tentang cerita kos saya yang baru ini. Sebenarnya nggak baru juga, soalnya sudah hampir lima bulan saya disini. Pertengahan nopember saya pindah ke kos baru karena sudah diusir dari tempat kos saya yang lama. Lebih tepatnya, sebuah kontrakan yang dijadikan kantor sebuah organisasi yang mana telah turut andil membesarkan dan membentuk saya menjadi seperti sekarang.

jakarta punya cerita

Kisah perjalanan hidup di Jakarta

Sabtu, akhir bulan November. Bermodalkan hanya dengan tekad tanpa persiapan, kami (saya dan satu temen saya) berangkat menuju kota yang mendapat julukan kota metropolitan, kota yang terkenal dengan kehidupan yang keras dan kejam kata sebagian orang. Ya, Jakarta. Ibukota Negara Indonesia tercinta ini memang sering mendapat julukan yang miring, mulai dari kota para koruptor, kota macet, kota para maling, kota polusi, namun dibalik semua itu Jakarta tetaplah ibukota Indonesia yang digadang-gadang menjadi pusat perekonomian. Sekejam apapun kota Jakarta, kota ini tetap mempunyai nilai lebih di mata para pencari kerja, banyak dari mereka yang rela meninggalkan kota dan desa mereka untuk mengadu nasib di kota metropolitan. Sampai-sampai pemerintah DKI Jakarta, kuwalahan menangani banyaknya pendatang baru yang nekat datang untuk menjajal kerasnya ibukota Indonesia. Toh, mereka yang dari desa dengan kesempatan kerja yang lebih sedikit (pikir mereka) tetap memilih hijrah dengan harapan yang besar.

Saya jadi teringat sebuah buku yang pernah saya baca berjudul “Rich Dad’s Prophecy”. Sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang investor dengan segala pelajaran lika-liku kehidupan nyata. Berikut kutipan dari buku tersebut yang masih saya ingat.

Bangga dan malu saya

NIKE, ADIDAS dan LEA JEANS. Mungkin anda punya barang dengan merk tersebut atau setidaknya anda pernah mendengar nama2 tersebut. Barang-barang dengan branded luar negeri itu sudah begitu membumi di Negara saya. Bahkan di Negara saya, kalau seseorang memakai barang2 dengan branded luar negeri, membuat mereka jadi lebih percaya diri. Seperti layaknya susuk kecantikan yang sangat terkenal di Negara saya.

Dua hari yang lalu ketika saya menghabiskan malam saya bersama mas fandy dan bapak kos saya, sekedar njagong atau ngobrol demi melihat pertandingan sepakbola liga champions antara Ac Milan Vs Man united, saya mendapat cerita tentang barang2 dengan branded luar negeri tersebut. Sebuah cerita yang membuat saya bangga sekaligus malu terhadap diri saya dan Negara saya. Obralan tentang hal itu membuat saya memaksakan mata dan telinga saya untuk kosentrasi dan fokus agar tidak ada satu pun informasi yang terlewat.

catatan dari sebuah catatan

Pagi ini saya membuka facebook lewat hp kesayangan saya. Ada satu notification. Lalu saya buka notification itu, yang kemudian saya tahu isinya adalah pemberitahuan bahwa nama saya di tandai dalam sebuah catatan yang di buat oleh pak faisal, kawan saya yang sering menelurkan ide atau gagasannya dalam catatan2 di facebook.

“Isi otak kacang polongku” begitulah judul yang terpampang di catatan kawan saya itu dengan di sertai foto yang terlihat seperti lambang apa gitu, saya juga tak begitu ngerti. Saya baca dengan seksama catatan kawan saya ini. Owh, ternyata tentang kasus gayus tambunan. Sebenarnya saya juga kemaren sudah membuat catatan yang mencatut nama gayus tambunan. Namun saya tidak menyoroti kasus tersebut secara detail dan dalam. Hanya sebagai awalan untuk sebuah pesan yang ingin saya sampaikan.

C-tonx di mata saya

Kali ini saya akan bercerita tentang seorang kawan saya yang bernama Faizal Rakhman Jauhari. Seorang kawan yang beberapa bulan ini selalu menjadi perhatian saya karena banyak pelajaran pula yang saya dapatkan dari dia. Seorang kawan yang dulu saya tak begitu mengenalnya. Faizal Rakhman Jauhari atau lebih dikenal dengan nama panggilan C-tonx.

Saya dan c-tonx memang satu SMA namun tak pernah berada dalam satu kelas, sehingga saya tak begitu mengenalnya. Hanya sekedar tahu nama dan rumahnya, itupun tak tahu persis dimana letak rumahnya. Setelah masa SMA, saya tak tahu kabar dia, saya hanya tahu dia diterima di sekolah kedinasan tempat kakak saya dulu menempuh studi pula. Hingga akhirnya saya mendapat sms dari c-tonx bahwa dia akan menjalani PKL di semarang dan meminta bantuan saya untuk mencarikan tempat kos di semarang.

Label: , , ,

Pengakuan seorang wanita jawa

Jogja, membuat saya seperti seorang penulis novel yang tak henti-hentinya untuk menuliskan cerita hidup saya. Seperti tak ada lagi yang namanya kehabisan ide atau bahan untuk menuliskan sesuatu. Setelah menerima pelajaran dari ni’am dan seorang pengamen, kemudian mendapatkan pelajaran lagi dari seorang wanita jawa (katanya) yang bernama Lian Puspita Sari. Pelajaran tentang sebuah kejujuran, pengakuan, dan keterbukaan. Mendapatkan sebuah cerita dibalik rahasia sebuah jilbab. Sebuah pengakuan yang luar biasa. Bahkan rasanya ingin sekali menulis novel dari cerita hidupnya, karena bagi saya itu adalah sebuah cerita yang menggugah hati.

Tidak hanya karena cerita dari pengakuan itu yang menggugah hati, lantas saya menuliskan pengakuan itu sebagai “sebuah pengakuan yang luar biasa”. Namun juga karena, pengakuan, kejujuran dan keterbukaan itu ia lakukan di depan banyak orang, yang bahkan salah satunya adalah saya sendiri yang notabene sama sekali tidak mengenal dirinya secara baik.

cinta saya terhadap kyai XXX

Jogja memang kota sejuta romansa. Kota yang membuat saya belajar tentang romansa. Saya belajar tentang sebuah rasa. Rasa kagum atau mengagumi seseorang. Berpikir bahwa seseorang itu terlihat seperti sempurna. Sebenarnya sudah sejak lama pula saya tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Entah itu rasa kagum atau rasa cinta atau apapun. Namun memang terkadang, apa yang kita pelajari itu harus benar2 kita rasakan sendiri atau dengan kata lain kita jalani sendiri bukan atas pengalaman orang lain agar benar2 membekas di hati kita.

Hal itulah yang saya dapatkan di kota jogja kemarin. Sebuah pengalaman yang membuat saya ingat akan pelajaran tentang sesuatu bahwa “berlebihan itu tak baik”. Sebuah cerita yang berawal dari kekaguman saya kepada seorang kawan saya yang bernama maulin ni’am. Saya mengenalnya sejak SMA. Lebih tepatnya ketika dia menjabat Ketua OSIS kala itu yang kebetulan ternyata saya juga menjadi pengururs OSIS bidang Olahraga. Dari situlah saya mengenal sosok ni’am yang lantas menjadikan diri saya sebagai orang yang mengaguminya atau saya sebut jamaah ni’am saja.

Label: , , ,

Kehebohan di negara saya

Lagi-lagi Negara saya dilanda kehebohan. Mungkin memang tahun ini, Negara saya sedang berlangganan kehebohan. Mulai dari kasus anggodo dan anggoro bersaudara sang “penguasa keadilan”, lalu beralih ke fasilitas kamar tahanan artalita sang “ratu keadilan” hingga terakhir yang membuat heboh Negara saya adalah seorang pegawai negeri sipil Ditjen pajak golongan IIIA bernama Gayus tambunan, yang memiliki 25 milyar.

Kasus ini benar2 menyita perhatian publik di negara saya. Entah karena kasus ini benar2 sebuah hal yang baru dan mengejutkan atau mungkin kasus ini terlalu fenomenal. Kalau dikatakan sebuah perkara yang baru???tidak juga. Karena mulai dari kasus anggodo dan anggoro sang makelar kasus, kemudian artalita dengan fasilitas mewahnya di kamar tahanan, lalu gayus tambunan yang memiliki uang bermilyar2 meski hanya seorang PNS gol IIIA, bukanlah hal yang baru di Negara saya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog