Rabu, 07 Juli 2010 |
4
komentar
Ku terbangun dari mimpi yang tidak begitu jelas siapa orang-orang yang ada dimimpiku. 05.10 wib. Tapi aku masih ingat tentang apa yang ku tulis semalam. Pertanyaan tentang bahagia dan menjadi bodoh seperti si Charlie. Semalam, ketika aku menulis tentang bodoh dan bahagia, otak ini mungkin sedang tidak bekerja dengan baik. Ketika aku terbangun dari tidurku, aku baru teringat kalau 4 jam sebelum aku menulis semalam, sekitar pukul 20.30wib, ada seorang kawanku yang bertanya padaku lewat sms.
“mi, akhir2 ni aku sering banget budreg, stress, pikiranku tak tenang, rasanya otak ini perlu di cuci.” Lalu ku balas sms itu dengan singkat, padat dan jelas. “yowes tho, di gowo nang laundry wae, nang shakira laundry murah.”
Beberapa detik kemudian aku mendengar suara sms masuk lagi. “mi, serius. Ayolah help me, kau selalu punya cara untuk itu. Aku tak pernah melihatmu stress, bahkan ketika kau kehilangan hampir semua uangmu.” Mmmmmhhhh,,, aku tersenyum kecil. Pikiranku melayang, menuju masa itu. Ah, kau tak pernah tahu bagaimana hidupku ketika aku tahu uangku hilang. Uang yang aku kumpulkan sejak 2 tahun yang lalu itu. Kau hanya tahu, ketika aku sudah tersenyum menghadapi kejadian itu. Ya, kau tahu keadaanku tepat seminggu setelah kejadian itu, kau tak pernah tahu apa yang terjadi padaku sebelum itu. Aku hanya manusia biasa sepertimu yang pernah stress, budreg, dan tak selalu siap dengan segala cobaan yang datang.
“mi, akhir2 ni aku sering banget budreg, stress, pikiranku tak tenang, rasanya otak ini perlu di cuci.” Lalu ku balas sms itu dengan singkat, padat dan jelas. “yowes tho, di gowo nang laundry wae, nang shakira laundry murah.”
Beberapa detik kemudian aku mendengar suara sms masuk lagi. “mi, serius. Ayolah help me, kau selalu punya cara untuk itu. Aku tak pernah melihatmu stress, bahkan ketika kau kehilangan hampir semua uangmu.” Mmmmmhhhh,,, aku tersenyum kecil. Pikiranku melayang, menuju masa itu. Ah, kau tak pernah tahu bagaimana hidupku ketika aku tahu uangku hilang. Uang yang aku kumpulkan sejak 2 tahun yang lalu itu. Kau hanya tahu, ketika aku sudah tersenyum menghadapi kejadian itu. Ya, kau tahu keadaanku tepat seminggu setelah kejadian itu, kau tak pernah tahu apa yang terjadi padaku sebelum itu. Aku hanya manusia biasa sepertimu yang pernah stress, budreg, dan tak selalu siap dengan segala cobaan yang datang.

