Tampilkan postingan dengan label cerita bijak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerita bijak. Tampilkan semua postingan

Terima kasih Becak

Kamis, 25 pebruari 2010.

Hari ini saya berencana pulang ke rumah bapak dan ibu saya. Ini mungkin adalah salah satu kepulangan saya yang terencana, karena biasanya saya pulang tanpa sebuah rencana. Tapi kepulangan hari ini sudah terencana sejak awal bulan pebruari. Kepulangan yang kurencanakan karena janji saya pada kawan-kawan saya nun jauh di mato, yang juga merencanakan untuk pulang weekend ini. Ya, saya telah sepakat dengan pak tonx dan pak gun untuk berkumpul di kota jepara. Meskipun semalam mendapat kabar dari pak tonx bahwa pak gun tak jadi pulang karena ada sesuatu hal yang tak bisa di tinggal. Sesuatu tentang kebaikan hati mungkin.

Seperti biasa, saya memesan tiket travel untuk kepulanganku hari ini. Saya memesan untuk jam 6 sore. Sekitar pukul 16.00 wib saya berangkat dari kosan saya. Saya sengaja berangkat lebih awal karena ingin mengunjungi toko buku lebih dulu. 16.20 wib saya telah menginjakkan kaki di toko buku yang cukup terkenal. Berkeliling mencari buku-buku yang sekiranya menarik. Finally, saya menemukan buku yang sangat menarik, judulnya “melihat Tuhan” . Saya sempat membaca isi buku itu sekilas dan saya tertarik dengan pemikiran si penulis. Kapan-kapan saya akan menceritakan isi buku itu.

Hujan di kotaku

Hujan. Serangkaian air yang turun dari atas entah itu dari langit atau surga. Air hujan itu selalu terlihat berlomba-lomba untuk jatuh ke bumi dimata saya. Ada yang bilang, hujan adalah berkah namun ada juga yang bilang hujan itu pertanda buruk. Saya sendiri percaya keduanya. Terkadang hujan memang sebuah berkah yang luar biasa, namun tak jarang pula hujan itu sebagai pertanda buruk. Tergantung dimana hujan itu datang dan kondisi daerah yang dikunjungi hujan serta dari kacamata mana seseorang menilai hujan itu sendiri.

Hujan itu menjadi berkah ketika musim kemarau yang tak kunjung usai, begitu pula sebaliknya, hujan bisa menjadi pertanda buruk tatkala hujan datang berhari-hari tak kunjung reda pula. Banjir melanda seluruh wilayah daerah sekitar sungai.

Menjadi bodoh dan bahagia part 1

Ternyata menjadi bodoh adalah salah satu cara untuk bahagia. Semakin aku banyak tahu tentang sesuatu, itu berarti semakin banyak aku memikirkan sesuatu dan kemudian semakin banyak pula masalah yang harus kupikirkan dan kupecahkan. Terkadang aku ingin menjadi bodoh dan terbelakang seperti si Charlie, tokoh dalam novel “Charlie, si Jenius Dungu”.

Tetap tersenyum meskipun ditertawakan dan dihina setengah mati, bahkan ia ikut tertawa ketika orang-orang menertawakan kebodohannya. Ia tak peduli orang-orang itu menertawakannya. Bukan, bukannya ia tidak peduli tapi tidak merasa bahwa ia sedang ditertawakan karena kebodohannya. Tidak merasa dan tidak tahu. Yang Charlie tahu, hanyalah ia senang bisa membuat orang tertawa dan ia pun ikut tertawa bersama orang-orang yang menertawakannya.

Betapa menyenangkannya menjadi si Charlie yang tak tahu apa-apa, pikirku.

Payung pengingat memori

Jumat, 19 pebruari 2010.
Hari ini hari jumat. Begitulah orang-orang menyebutnya. Saya sendiri tak tahu asal usul mengapa hari ini dinamai hari jumat dan besok adalah hari sabtu lalu setelah sabtu adalah hari minggu, lalu berturut-turut hari senin, selasa, rabu, kamis dan kembali lagi menuju hari jumat. Saya tak tahu karena dulu di sekolah sejak saya sejak masih TK hingga saya kuliah tak pernah dikasih tahu mengapa hari ini dinamai hari jumat dan mengapa hari lainnya dinamai sabtu, minggu, senin, selasa, rabu, kamis lalu kembali lagi hari jumat. Saya tak tahu bukan karena saya tak mau tahu, namun karena lingkungan saya pun tak pernah mencoba bertanya kenapa hari ini dinamai hari jumat. Ya sudahlah, saya tak mau memusingkan hal itu, karena saya yakin lingkungan saya juga tak mau berpusing ria memikirkannya dan juga karena apa yang ingin saya tulis sebenarnya bukan mengenai hal itu. Ya, saya ingin menulis tentang apa yang terjadi hari ini, apa yang saya lalui dan apa yang kemudian mnyebabkan saya ingin menulis tentang hari ini.

Hari ini tak ada yang spesial. Hanya hari jumat biasa. Tapi bagi saya hari ini adalah hari jumat yang menggugah otak saya untuk mengingat sebuah memori tentang bagian perjalanan hidup saya. Hari ini saya berusaha mengingat kapan terakhir kali saya menggunakan payung. Ya, payung. Alat itu sudah lama sekali tak pernah saya sentuh lagi.

Kematian massal semut-semut di kamarku

16 pebruari 2010

Terbangun aku dari tidurku, setelah semalam harus bekerja di pagi buta jam 1, untuk merampok kayu. Ya, semalam aku terbangun jam 1 karena ada panggilan telepon tengah malam dari bapakQ tercinta. Di suruhnya aku untuk merampok kayu dari sang sopir di pagi buta.

Pukul 6 pagi aku terbangun oleh suara alarm HPku. Seketika itu pula aku langsung menyalakan lampu kamar dan membuka pintu agar udara pagi yang sejuk itu masuk memenuhi ruang peristirahatanku. Ada yang aneh dengan ruang peristirahatanku. Seingatku, ruangan ini sudah aku bersihkan semalam setelah aku kembali dari berjibaku di pagi buta. Tapi pagi ini kenapa terlihat kotor sekali. Ku coba untuk mendekati biang kotor di kamarku. Oh,,ternyata itu adalah semut. Semut-semut kecil itu terlihat tak bergerak sedikitpun. Semut-semut kecil itu mati. Jumlahnya banyak sekali. Tersebar di seluruh ruangan. Tapi daerah yang paling banyak di dekat almari pakaianku.

Aku pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan? Apa yang menyebabkan semut-semut kecil ini tak bergerak? Apa yang telah aku lakukan? Entahlah, aku juga tak tahu kenapa semut-semut kecil ini tak bergerak. Lantas apa yang menyebabkan kematian massal pada semut-semut kecil ini. Apakah mereka mati karena kelaparan? Apakah mereka mati karena keracunan makanan?

Sopir Bus juga manusia

Hari ini adalah hari dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Sejak semalam saya sudah berencana untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek saya. Ya, walaupun mereka sudah tiada, tapi suasana rumah itu selalu mengingatkan saya pada mereka, kakek dan nenek saya. Sekitar pukul 06.30 wib saya berangkat menuju kota kretek kudus. Saya naik bus. Awalnya bapakku tercinta memintaku untuk naik motor saja, tapi saya bersikeras untuk naik bus. Entahlah, saya sedang ingin menikmati kendaraan umum.

Tak ada yang istimewa dalam perjalanan saya menuju kota kretek. Begitu pula ketika saya tiba di rumah kakek dan nenek saya. Biasa saja, hanya pikiran saya saja yang melayang menerawang sekilas ke masa lampau, ketika kakek dan nenek saya masih hidup. Sekitar pukul 10.00 wib saya balik ke rumah. Naik bus lagi. Berbeda dengan perjalanan yang pertama, kali ini perjalanan saya dari kota kretek menuju kota bumi kartini mendapat pengalaman yang cukup menarik.

Sesampainya di terminal kota kudus, saya langsung memilih bus untuk segera menuju rumah saya. Saya pun langsung menaiki salah satu bus yang sepertinya sudah mau berangkat. Belum penuh memang, hanya terisi 5 orang saja, 2 di belakang, 1 di tengah dan 2 di depan. Saya memilih duduk di deretan paling depan, di samping pak sopir. Baru dua menit saya duduk di dalam bus, ada orang yang teriak2, sepertinya sedang marah. Orang itu mendekati sopir bus yang saya tumpangi.

“bos, si junet kuwi wes keterlaluan banget owk, junet ki sering nyolong jadwal trus. Nek ketemu tak anjuti kuwi junet.”kata orang yang tadi teriak2 yang kemudian saya tahu bahwa dia adalah kernet bus, kepada sopir bus.

Jogja penuh makna


Sebuah perjalanan yang sarat dengan pelajaran. Itulah yang ada dibenak saya ketika mengingat liburan saya dan beberapa kawan saya di kota sejuta romansa. Banyak hal yang saya dapatkan selama liburan di jogja kali ini, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir di jogja. Sebuah kenekatan yang berujung manis, pikir saya. Karena memang pada awalnya saya hendak membatalkan kepergian saya menuju jogja dikarenakan budget untuk liburan hanya tinggal 150rb saja. 150rb untuk 5 hari di jogja, sungguh merupakan sebuah kenekatan bagi saya.

Jika saya tulis semua hal yang menurut saya bisa jadi sebuah cerita dari perjalanan kenekatan saya di jogja, mungkin bisa menjadi 10 cerita lebih, namun kali ini saya akan mencoba menulis sebuah pelajaran yang saya dapatkan dari seorang kawan saya, maulin ni’am.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog