Tampilkan postingan dengan label becak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label becak. Tampilkan semua postingan

Terima kasih Becak

Kamis, 25 pebruari 2010.

Hari ini saya berencana pulang ke rumah bapak dan ibu saya. Ini mungkin adalah salah satu kepulangan saya yang terencana, karena biasanya saya pulang tanpa sebuah rencana. Tapi kepulangan hari ini sudah terencana sejak awal bulan pebruari. Kepulangan yang kurencanakan karena janji saya pada kawan-kawan saya nun jauh di mato, yang juga merencanakan untuk pulang weekend ini. Ya, saya telah sepakat dengan pak tonx dan pak gun untuk berkumpul di kota jepara. Meskipun semalam mendapat kabar dari pak tonx bahwa pak gun tak jadi pulang karena ada sesuatu hal yang tak bisa di tinggal. Sesuatu tentang kebaikan hati mungkin.

Seperti biasa, saya memesan tiket travel untuk kepulanganku hari ini. Saya memesan untuk jam 6 sore. Sekitar pukul 16.00 wib saya berangkat dari kosan saya. Saya sengaja berangkat lebih awal karena ingin mengunjungi toko buku lebih dulu. 16.20 wib saya telah menginjakkan kaki di toko buku yang cukup terkenal. Berkeliling mencari buku-buku yang sekiranya menarik. Finally, saya menemukan buku yang sangat menarik, judulnya “melihat Tuhan” . Saya sempat membaca isi buku itu sekilas dan saya tertarik dengan pemikiran si penulis. Kapan-kapan saya akan menceritakan isi buku itu.

Abang tukang becak

Setibanya bus di kali kanal, saya pun langsung turun. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma ja;lan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma jalan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Berjalan kaki dari sekolah menuju rumah.

Oke. Saya akan menikmati jalanan di kota bumi kartini. Saya merogoh kantong celana saya guna mengambil HP. Oh, pukul 11.00 wib. Pantas saja, matahari sudah terasa terik. saya berjalan kaki menuju rumah saya. Sesekali berhenti. Saya berhenti di perempatan dekat SMA saya. Saya berhenti di tengah-tengah perempatan, lalu saya memfoto patung yang katanya R.A Kartini. Saya tak peduli orang-orang melihat saya. Kemudian saya lanjutkan perjalanan. Ketika hampir sampai di kantor PLN, di depan SMP 5, saya melihat abang tukang becak beserta becaknya tentunya.

Label: , , ,
Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog