Selasa, 13 Juli 2010 |
10
komentar
sebuah komentar yang terlalu panjang yang akhirnya sayah post di blog sayah saja. komentar ini sayah tujukan untuk Coretan SI Anak Mami
yang berjudul aku-M2M
sayah hanya ingin berbagi...sungguh hanya ingin berbagi.
wah panjang bener ni tulisannya...tapi asyik,,dengan gaya anak muda...xixixixxi...sayah suka dengan temanya...malu dan maaf...
dulu sayah punya pendapat yang sama seperti mbaknya yang tentang pengamen...ketika ada pengamen di bus atau di rumah kontrakan sayah yang sama sekali tak punya keahlian di bidang menyanyi ataupun maen gitar, sayah selalu berpikir hal yang sama dengan mbaknya,,,mereka ini pengemis yang berkedok pengamen.
namun skrg hal itu sudah berubah. Semenjak sayah memutuskan untuk menelusuri kehidupan anak jalanan dengan menjadi bagian dari mereka.
setiap sore sepulang kuliah,,,sayah menjelma menjadi salah satu dari mereka, menjadi bagian dari mereka. Pengamen.
dari situlah sayah tahu,,, betapa beruntungnya sayah dan orang2 yang masih bisa hidup dengan tidur beralaskan kasur didalam rumah. makan pun sudah ada yang menjamin yakni ortu kita atau pendidikan yang bisa kita kenyam dari mulai TK.
tapi mereka,,mereka yang sering kita caci maki dalam hati karena terlalu memaksakan menjadi pengamen meski tak punya modal suara dan bakat bermain musik, mereka tak seberuntung kita. mereka harus berjuang bertahan hidup dijalanan tanpa dibekali apa2. ada sebagian dari mereka yang memang tak memiliki bekal apa2 selain mengemis dan mengamen. Mereka terkadang harus berhadapan dengan satpol PP, preman, bahkan maut ketika sedang berjuang menyambung hidup, mencoba bertahan dari kerasnya gerusan manusia2 yang semakin tidak peduli dengan sesama, yang hanya mementingkan diri sendiri, yang hanya bisa marah2 (dalam hati atau secara langsung),tanpa pernah tahu bagaimana kehidupan mereka, latar belakang kenapa mereka jadi pengamen atau pengemis, tanpa pernah tahu sekeras apa hidup di jalanan.
tak sedikit pula mereka melakukan itu demi ibu dan bapak mereka yang sudah tua renta.
sering memang, tanpa kita sadari, kita selalu menjudge dan menyalahkan seseorang, tanpa pernah kita tahu latar belakang mengapa mereka sepeerti itu.
sayah tidak bermaksud untuk menyerang mbaknya,,,hanya saja, sayah ingin mengingatkan atau paling tidak sekedar berbagi, bahwa mereka (para pengamen dan pengemis) bukannya tak ingin mengubah nasib mereka. Mereka juga punya mimpi seperti orang lain. mereka juga tak ingin selamanya jadi pengamen dan pengemis semasa hidupnya, mereka juga punya mimpi. Tapi, kondisi di negara sayah ini tak selalu berpihak pada mereka.
jika sayah kaitkan dengan malu dan maaaf seperti tema mbaknya. maka sayah akan bilang bahwa kita lah yang seharusnya malu ketika melihat mereka yang seperti sang sopir, si ibu atau pun pengamen dan pengemis, karena kita hanya bisa marah2 atau mengumpat atau menyalahkan mereka yang (mungkin) tak pernah diajari tat krama, sopan santun dan budaya minta maaf serta malu.
kita sudah lupa,,,bahwa mereka juga saudara2 senegara, jika kita merasa malu dengan apa yang mereka lakukan atau kerjakan, maka jangan hanya mengumpat atau marah2 tapi doing something untuk mengajari mereka, untuk membantu mereka, untuk sedikit mengangkat harkat mereka.
ah ,,,sayah rasa ini sdah terlalu panjang...
sayah jadi inget peribahasa yang dulu sering saya dapatkan sewaktu SD,,,
gajah di pelupuk mata tak tampak namun semut di seberang lautan nampak.
itulah kita,,,kita yang termasuk pula sayah...
tak lupa sayah ucapkan maaf bila ada salah kata dari sayah...
sayah hanya berbagi atas apa yang pernah saya alami.
salam hormat dari sayah
yang berjudul aku-M2M
sayah hanya ingin berbagi...sungguh hanya ingin berbagi.
wah panjang bener ni tulisannya...tapi asyik,,dengan gaya anak muda...xixixixxi...sayah suka dengan temanya...malu dan maaf...
dulu sayah punya pendapat yang sama seperti mbaknya yang tentang pengamen...ketika ada pengamen di bus atau di rumah kontrakan sayah yang sama sekali tak punya keahlian di bidang menyanyi ataupun maen gitar, sayah selalu berpikir hal yang sama dengan mbaknya,,,mereka ini pengemis yang berkedok pengamen.
namun skrg hal itu sudah berubah. Semenjak sayah memutuskan untuk menelusuri kehidupan anak jalanan dengan menjadi bagian dari mereka.
setiap sore sepulang kuliah,,,sayah menjelma menjadi salah satu dari mereka, menjadi bagian dari mereka. Pengamen.
dari situlah sayah tahu,,, betapa beruntungnya sayah dan orang2 yang masih bisa hidup dengan tidur beralaskan kasur didalam rumah. makan pun sudah ada yang menjamin yakni ortu kita atau pendidikan yang bisa kita kenyam dari mulai TK.
tapi mereka,,mereka yang sering kita caci maki dalam hati karena terlalu memaksakan menjadi pengamen meski tak punya modal suara dan bakat bermain musik, mereka tak seberuntung kita. mereka harus berjuang bertahan hidup dijalanan tanpa dibekali apa2. ada sebagian dari mereka yang memang tak memiliki bekal apa2 selain mengemis dan mengamen. Mereka terkadang harus berhadapan dengan satpol PP, preman, bahkan maut ketika sedang berjuang menyambung hidup, mencoba bertahan dari kerasnya gerusan manusia2 yang semakin tidak peduli dengan sesama, yang hanya mementingkan diri sendiri, yang hanya bisa marah2 (dalam hati atau secara langsung),tanpa pernah tahu bagaimana kehidupan mereka, latar belakang kenapa mereka jadi pengamen atau pengemis, tanpa pernah tahu sekeras apa hidup di jalanan.
tak sedikit pula mereka melakukan itu demi ibu dan bapak mereka yang sudah tua renta.
sering memang, tanpa kita sadari, kita selalu menjudge dan menyalahkan seseorang, tanpa pernah kita tahu latar belakang mengapa mereka sepeerti itu.
sayah tidak bermaksud untuk menyerang mbaknya,,,hanya saja, sayah ingin mengingatkan atau paling tidak sekedar berbagi, bahwa mereka (para pengamen dan pengemis) bukannya tak ingin mengubah nasib mereka. Mereka juga punya mimpi seperti orang lain. mereka juga tak ingin selamanya jadi pengamen dan pengemis semasa hidupnya, mereka juga punya mimpi. Tapi, kondisi di negara sayah ini tak selalu berpihak pada mereka.
jika sayah kaitkan dengan malu dan maaaf seperti tema mbaknya. maka sayah akan bilang bahwa kita lah yang seharusnya malu ketika melihat mereka yang seperti sang sopir, si ibu atau pun pengamen dan pengemis, karena kita hanya bisa marah2 atau mengumpat atau menyalahkan mereka yang (mungkin) tak pernah diajari tat krama, sopan santun dan budaya minta maaf serta malu.
kita sudah lupa,,,bahwa mereka juga saudara2 senegara, jika kita merasa malu dengan apa yang mereka lakukan atau kerjakan, maka jangan hanya mengumpat atau marah2 tapi doing something untuk mengajari mereka, untuk membantu mereka, untuk sedikit mengangkat harkat mereka.
ah ,,,sayah rasa ini sdah terlalu panjang...
sayah jadi inget peribahasa yang dulu sering saya dapatkan sewaktu SD,,,
gajah di pelupuk mata tak tampak namun semut di seberang lautan nampak.
itulah kita,,,kita yang termasuk pula sayah...
tak lupa sayah ucapkan maaf bila ada salah kata dari sayah...
sayah hanya berbagi atas apa yang pernah saya alami.
salam hormat dari sayah


