Hidup itu pilihan

Rokok. Apa yang ada dalam pikiran anda ketika mendengar satu kata itu. Bagi beberapa orang rokok adalah racun yang tidak hanya merusak diri sendiri tapi juga merusak orang lain. Bahkan ada pula yang menganggap rokok itu haram. Tapi bagi sebagian orang pula, rokok adalah sebuah kebutuhan. Begitu pula bagi saya. Entah kenapa rokok itu begitu melekat pada diri saya.

Saya mulai mengenal atau lebih tepatnya mencoba rokok sejak kelas 5 SD. Itu berarti sudah lebih dari 12 tahun rokok menemani hidup saya. Rokok pertama yang memerawani bibir saya adalah merek LONGBEACH. Pertama kali rokok hinggap di bibir saya, saya langsung terbatuk dan di tertawakan oleh teman2 SD saya. Itu saya lakukan bersama-sama teman2 SD saya di belakang sekolah ketika jam istirahat.

Mahasiswa=demo=anarkis= haruskah?benarkah?

Mahasiswa. Satu kata yang ternyata hanya berarti sebuah status saja. Dulu status saya pelajar SMA dan kini berubah menjadi Mahasiswa. Tak terasa sudah hampir 5 tahun saya berstatus mahasiswa. Status mahasiswa bagi saya berarti kemudahan. Kemudahan untuk mengakses kemana saja atas nama mahasiswa. Dari tahun pertama hingga sekarang, entah sudah berapa kali saya bepergian dengan menyandang status mahasiswa. Maksud saya, bepergian atas nama mahasiswa yang sering dibiayai oleh Negara.

Beberapa hari yang lalu saya melihat berita tentang kerusuhan atau bentrok yang terjadi di daerah Makassar, Sulawesi. Bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melibatkan warga pula. Miris pula hati saya melihat hal itu. Demo yang berujung rusuh dan anarkis, sering kali terdengar di Negara saya. Yang jadi masalah, demo di Negara saya identik dengan kata mahasiswa. Ya, pelaku demo di Negara saya memang identik dengan mahasiswa, entah itu mahasiswa beneran atau mahasiswa sewaan.

fatwa haram rokok

Minggu petang, ketika saya menginjakkan kaki di rumah saya setelah seharian pergi bersama pak gun untuk mencari kios guna menampung semua ide saya dan pak gun, saya melihat berita di TV yang sepertinya sedang membahas fatwa haram rokok. Seketika kuhentikan langkahku di depan TV untuk menyimak sedikit tentang apa yang dibahas. Owh,, Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa, dengan berbagai pendapat atau pertimbangan menurut mereka tentunya. Bahkan mereka juga akan mengusulkan UU untuk membatasi dan dilakukannya pengawasan terhadap peredaran rokok. Secara kebetulan pula ketika malam harinya saya sedang menonton pertandingan final basket antar SMA, seorang ibu2 juga menasehati saya tentang bahaya dan kerugian rokok saat saya sedang meminta api kepada seseorang di sebelah ibu itu untuk menyalakan rokok.

Saya ingat benar, apa jawaban saya ketika ditanya mengenai pandangan saya terhadap rokok ataupun ketika ada orang yang tidak suka rokok yang sedang menasehati saya tentang bahaya rokok. Jawaban saya selalu sama, yakni merokok adalah hal yang bodoh karena itu jelas merugikan diri sendiri.

Label: , , ,

kenikmatan di pantai tirto samudro

Saya sambut pagi di hari minggu dengan menikmati pantai tirto samudro. Pagi ini saya memang sudah berjanji pada keponakan saya untuk mengajaknya ke pantai tirto samudro. Tepat pukul 5 pagi, saya meluncur dengan mobil babe. Enak juga menikmati pagi di pantai tirto samudro ini. Angan saya melayang ke masa lalu saya. Saat dimana saya sering kali menghabiskan waktu minggu pagi di pantai ini pula. Hanya saja dulu saya menggunakan sepeda onthel bersama-sama kawan-kawan saya.

Dulu saya tak menganggap bahwa jarak antara rumah saya sampai pantai tirto samudro itu jauh, sehingga tak ada kata lelah walaupun saya tempuh dengan mengayuh sepeda. Namun, jika sekarang di suruh naik sepeda dari rumah menuju ke pantai tirto samudro, saya sendiri tak tahu masih sanggup atau tidak. Entahlah, mungkin kapan-kapan harus saya coba, agar saya tahu jawabannya.



Cerita kelnik di negara saya

Beberapa hari di rumah memang membuat mata dan telinga saya terbuka karena di rumah saya sering menonton acara TV entah itu berita atau pun gosip yang sering membangkitkan hasrat saya untuk menulis tentang sesuatu. Begitu pula hari ini. Hari ini saya menonton berita tentang mata air yang dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebenarnya bukan sekali ini saja kejadian seperti ini terjadi, entah sudah berapa kali mulai dari batu petir ponaryo, kemudian air resapan pohon yang sudah berumur ratusan tahun yang tumbang, dan masih banyak lagi.
Saya merasa bingung dengan hal itu. Saya mulai bertanya2 dalam diri saya sendiri, tentang penyebab masih ramainya hal2 seperti itu di Negara saya. Masyarakat selalu berbondong-bondong menuju TKP ketika mendengar kabar seperti itu. Kabar- kabar “klenik” tentang sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit atau membawa berkah dan melancarkan rejeki.

Payung pengingat memori

Jumat, 19 pebruari 2010.
Hari ini hari jumat. Begitulah orang-orang menyebutnya. Saya sendiri tak tahu asal usul mengapa hari ini dinamai hari jumat dan besok adalah hari sabtu lalu setelah sabtu adalah hari minggu, lalu berturut-turut hari senin, selasa, rabu, kamis dan kembali lagi menuju hari jumat. Saya tak tahu karena dulu di sekolah sejak saya sejak masih TK hingga saya kuliah tak pernah dikasih tahu mengapa hari ini dinamai hari jumat dan mengapa hari lainnya dinamai sabtu, minggu, senin, selasa, rabu, kamis lalu kembali lagi hari jumat. Saya tak tahu bukan karena saya tak mau tahu, namun karena lingkungan saya pun tak pernah mencoba bertanya kenapa hari ini dinamai hari jumat. Ya sudahlah, saya tak mau memusingkan hal itu, karena saya yakin lingkungan saya juga tak mau berpusing ria memikirkannya dan juga karena apa yang ingin saya tulis sebenarnya bukan mengenai hal itu. Ya, saya ingin menulis tentang apa yang terjadi hari ini, apa yang saya lalui dan apa yang kemudian mnyebabkan saya ingin menulis tentang hari ini.

Hari ini tak ada yang spesial. Hanya hari jumat biasa. Tapi bagi saya hari ini adalah hari jumat yang menggugah otak saya untuk mengingat sebuah memori tentang bagian perjalanan hidup saya. Hari ini saya berusaha mengingat kapan terakhir kali saya menggunakan payung. Ya, payung. Alat itu sudah lama sekali tak pernah saya sentuh lagi.

Oh my God, Pacarku hamil lagi

“Oh my God, pacarku hamil lagi.”kalimat itu keluar sesaat setelah kawan saya membaca sms yang masuk. Saat itu kami sedang berada di salah satu resto cepat saji yang cukup terkenal. Saya hampir saja tersedak minuman cola ketika saya mendengarnya. Saya tak berani berkata-kata. Saya hanya terdiam menunggu kawan saya ini memulai percakapan lagi karena dia terlihat sibuk mengetik sesuatu seperti sedang membalas sms. Satu hal yang membuat saya bingung adalah raut wajah kawan saya. Dia sama sekali tak terlihat sedang kebingungan ataupun cemas.

Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.

“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.

“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.

“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog