tulisan untuk seorang kawan



Menikmati kesengsaraan pada hidup. Dulu, sayah pernah menjalani hal itu. Menikmati ketidakpunyaan, kemiskinan, kemlaratan diri sayah. Dulu, ketika conter Hp sayah dikunjungi orang dan orang tersebut meminjam sebagian barang yang ada di konter sayah tanpa berniat mengembalikan. Sayah masih ingat betul, kala itu uang sayah tinggal 60rb untuk hidup 3 minggu. Berat memang, tapi karena hal itu sayah malah bisa merasakan kenikmatan yang luar biasa hanya dari makan nasi+kecap+krupuk. Luar biasa. Tapi sayah tak pernah menginginkan hidup dengan kondisi seperti itu terus menerus. Sayah tak mau berdiam diri dan terus menikmati keadaan itu. Life must go on, bro.

Sedangkan dirimu, sama2 menikmati kesengsaraan hidup tapi engkau hanya berdiam diri sambil membiarkan keadaan itu menguasaimu. Itulah yang tidak sayah sukai dari dirimu. Engkau mungkin tak pernah mengeluh pada orang lain tentang keadaanmu, tapi sayah tahu bahwa pasti ada tekanan batin yang kau rasakan, hidup dengan keadaan seperti itu terus menerus. Sayah tahu bahwa engkau menikmati kesengsaraan itu karena begitulah kondisimu saat ini. Bagi sayah, engkau hanya sedang berusaha menikmati kesengsaraan itu, tapi tak berusaha untuk mengubah keadaan. Mungkin bukan tak berusaha, hanya saja usahamu itu kurang besar, kurang maksimal, karena engkau lebih banyak menghabiskan waktu di depan komputer untuk membaca komik jepang ataupun menonton film saja.




Entah sudah berapa kali sayah memberi nasehat kepadamu. Memang belum seratus kali jikadi hitung, tapi sayah yakin sudah lebih dari sepuluh kali. Desain, desain, desain, buatlah desain. Apa saja. Terserah moodmu. Karena memang cuma itu yang saat ini bisa engkau lakukan. Buatlah desain sebanyak mungkin. Apakah desainmu itu disukai orang lain atau tidak itu urusan nanti. Apakah desainmu laku dijual atau tidak, itu urusan nanti. Yang penting engkau sudah berusaha menghasilkan karya daripada hanya diam menunggu orang datang memesan desain. Dua minggu sudah sejak sayah berkata jujur tentang kondisimu dan tentang ketidak sukaan sayah dengan sikap diammu. Tapi ternyata apa yang terjadi, kamu masih saja membuang waktumu dengan hal2 yang tak berguna.

Jika memang engkau ingin hidup dengan keadaan seperti ini terus menerus. Ya sudah. Sayah takkan memaksa dan sayah juga tak perlu capek2 mengingatkanmu lagi tentang hal itu.

Tulisan ini sayah buat hanya untuk mengingatkan sayah, bahwa rasa kesal sayah pada dirimu sudah memuncak. Sayah hanya berharap, suatu saat ketika engkau menyadari kesalahanmu, semoga semua itu belum terlambat.

4 komentar:

  1. theantevasin mengatakan...:

    I C... and I understand mas Patlu.

    sudah diluar jangkauan kita kalo pribadi ini tidak mau berubah kearah yang menurut kita lebih baik.

    Let her/him be it.
    (it=whatever s/he want to be)

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    terima kasih wanita jawa,,,

    sayah hanya sedikit kesal sajah...xixixixixi...

    semoga dia menyadari hal itu ketika semua belum terlambat..


    oia,,,terima kasih atas kunjungan dan komentarnya wanita jawa...

  1. pradita mengatakan...:

    terima kasie pencerahannya mas fahmi, saya jadi sedikit tertohok membaca artikel ini, mungkin benar apa yang mas fahmi bilang, "Mungkin bukan tak berusaha, hanya saja usahamu itu kurang besar, kurang maksimal", itulah mengapa nasib saya mungkin belum berubah, hehe

    btw, where are you?

  1. ete.bubulb mengatakan...:

    untuk tipe orang kek gitu siy kayanya sekedar nasehat nggak bakal mempan lagi...
    gampar aja..hahahaha

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog