Hidup itu pilihan

Rokok. Apa yang ada dalam pikiran anda ketika mendengar satu kata itu. Bagi beberapa orang rokok adalah racun yang tidak hanya merusak diri sendiri tapi juga merusak orang lain. Bahkan ada pula yang menganggap rokok itu haram. Tapi bagi sebagian orang pula, rokok adalah sebuah kebutuhan. Begitu pula bagi saya. Entah kenapa rokok itu begitu melekat pada diri saya.

Saya mulai mengenal atau lebih tepatnya mencoba rokok sejak kelas 5 SD. Itu berarti sudah lebih dari 12 tahun rokok menemani hidup saya. Rokok pertama yang memerawani bibir saya adalah merek LONGBEACH. Pertama kali rokok hinggap di bibir saya, saya langsung terbatuk dan di tertawakan oleh teman2 SD saya. Itu saya lakukan bersama-sama teman2 SD saya di belakang sekolah ketika jam istirahat.

Mahasiswa=demo=anarkis= haruskah?benarkah?

Mahasiswa. Satu kata yang ternyata hanya berarti sebuah status saja. Dulu status saya pelajar SMA dan kini berubah menjadi Mahasiswa. Tak terasa sudah hampir 5 tahun saya berstatus mahasiswa. Status mahasiswa bagi saya berarti kemudahan. Kemudahan untuk mengakses kemana saja atas nama mahasiswa. Dari tahun pertama hingga sekarang, entah sudah berapa kali saya bepergian dengan menyandang status mahasiswa. Maksud saya, bepergian atas nama mahasiswa yang sering dibiayai oleh Negara.

Beberapa hari yang lalu saya melihat berita tentang kerusuhan atau bentrok yang terjadi di daerah Makassar, Sulawesi. Bentrok antara mahasiswa dan aparat kepolisian yang melibatkan warga pula. Miris pula hati saya melihat hal itu. Demo yang berujung rusuh dan anarkis, sering kali terdengar di Negara saya. Yang jadi masalah, demo di Negara saya identik dengan kata mahasiswa. Ya, pelaku demo di Negara saya memang identik dengan mahasiswa, entah itu mahasiswa beneran atau mahasiswa sewaan.

fatwa haram rokok

Minggu petang, ketika saya menginjakkan kaki di rumah saya setelah seharian pergi bersama pak gun untuk mencari kios guna menampung semua ide saya dan pak gun, saya melihat berita di TV yang sepertinya sedang membahas fatwa haram rokok. Seketika kuhentikan langkahku di depan TV untuk menyimak sedikit tentang apa yang dibahas. Owh,, Muhammadiyah yang mengeluarkan fatwa, dengan berbagai pendapat atau pertimbangan menurut mereka tentunya. Bahkan mereka juga akan mengusulkan UU untuk membatasi dan dilakukannya pengawasan terhadap peredaran rokok. Secara kebetulan pula ketika malam harinya saya sedang menonton pertandingan final basket antar SMA, seorang ibu2 juga menasehati saya tentang bahaya dan kerugian rokok saat saya sedang meminta api kepada seseorang di sebelah ibu itu untuk menyalakan rokok.

Saya ingat benar, apa jawaban saya ketika ditanya mengenai pandangan saya terhadap rokok ataupun ketika ada orang yang tidak suka rokok yang sedang menasehati saya tentang bahaya rokok. Jawaban saya selalu sama, yakni merokok adalah hal yang bodoh karena itu jelas merugikan diri sendiri.

Label: , , ,

kenikmatan di pantai tirto samudro

Saya sambut pagi di hari minggu dengan menikmati pantai tirto samudro. Pagi ini saya memang sudah berjanji pada keponakan saya untuk mengajaknya ke pantai tirto samudro. Tepat pukul 5 pagi, saya meluncur dengan mobil babe. Enak juga menikmati pagi di pantai tirto samudro ini. Angan saya melayang ke masa lalu saya. Saat dimana saya sering kali menghabiskan waktu minggu pagi di pantai ini pula. Hanya saja dulu saya menggunakan sepeda onthel bersama-sama kawan-kawan saya.

Dulu saya tak menganggap bahwa jarak antara rumah saya sampai pantai tirto samudro itu jauh, sehingga tak ada kata lelah walaupun saya tempuh dengan mengayuh sepeda. Namun, jika sekarang di suruh naik sepeda dari rumah menuju ke pantai tirto samudro, saya sendiri tak tahu masih sanggup atau tidak. Entahlah, mungkin kapan-kapan harus saya coba, agar saya tahu jawabannya.



Cerita kelnik di negara saya

Beberapa hari di rumah memang membuat mata dan telinga saya terbuka karena di rumah saya sering menonton acara TV entah itu berita atau pun gosip yang sering membangkitkan hasrat saya untuk menulis tentang sesuatu. Begitu pula hari ini. Hari ini saya menonton berita tentang mata air yang dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebenarnya bukan sekali ini saja kejadian seperti ini terjadi, entah sudah berapa kali mulai dari batu petir ponaryo, kemudian air resapan pohon yang sudah berumur ratusan tahun yang tumbang, dan masih banyak lagi.
Saya merasa bingung dengan hal itu. Saya mulai bertanya2 dalam diri saya sendiri, tentang penyebab masih ramainya hal2 seperti itu di Negara saya. Masyarakat selalu berbondong-bondong menuju TKP ketika mendengar kabar seperti itu. Kabar- kabar “klenik” tentang sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit atau membawa berkah dan melancarkan rejeki.

Payung pengingat memori

Jumat, 19 pebruari 2010.
Hari ini hari jumat. Begitulah orang-orang menyebutnya. Saya sendiri tak tahu asal usul mengapa hari ini dinamai hari jumat dan besok adalah hari sabtu lalu setelah sabtu adalah hari minggu, lalu berturut-turut hari senin, selasa, rabu, kamis dan kembali lagi menuju hari jumat. Saya tak tahu karena dulu di sekolah sejak saya sejak masih TK hingga saya kuliah tak pernah dikasih tahu mengapa hari ini dinamai hari jumat dan mengapa hari lainnya dinamai sabtu, minggu, senin, selasa, rabu, kamis lalu kembali lagi hari jumat. Saya tak tahu bukan karena saya tak mau tahu, namun karena lingkungan saya pun tak pernah mencoba bertanya kenapa hari ini dinamai hari jumat. Ya sudahlah, saya tak mau memusingkan hal itu, karena saya yakin lingkungan saya juga tak mau berpusing ria memikirkannya dan juga karena apa yang ingin saya tulis sebenarnya bukan mengenai hal itu. Ya, saya ingin menulis tentang apa yang terjadi hari ini, apa yang saya lalui dan apa yang kemudian mnyebabkan saya ingin menulis tentang hari ini.

Hari ini tak ada yang spesial. Hanya hari jumat biasa. Tapi bagi saya hari ini adalah hari jumat yang menggugah otak saya untuk mengingat sebuah memori tentang bagian perjalanan hidup saya. Hari ini saya berusaha mengingat kapan terakhir kali saya menggunakan payung. Ya, payung. Alat itu sudah lama sekali tak pernah saya sentuh lagi.

Oh my God, Pacarku hamil lagi

“Oh my God, pacarku hamil lagi.”kalimat itu keluar sesaat setelah kawan saya membaca sms yang masuk. Saat itu kami sedang berada di salah satu resto cepat saji yang cukup terkenal. Saya hampir saja tersedak minuman cola ketika saya mendengarnya. Saya tak berani berkata-kata. Saya hanya terdiam menunggu kawan saya ini memulai percakapan lagi karena dia terlihat sibuk mengetik sesuatu seperti sedang membalas sms. Satu hal yang membuat saya bingung adalah raut wajah kawan saya. Dia sama sekali tak terlihat sedang kebingungan ataupun cemas.

Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.

“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.

“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.

“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.

Kematian massal semut-semut di kamarku

16 pebruari 2010

Terbangun aku dari tidurku, setelah semalam harus bekerja di pagi buta jam 1, untuk merampok kayu. Ya, semalam aku terbangun jam 1 karena ada panggilan telepon tengah malam dari bapakQ tercinta. Di suruhnya aku untuk merampok kayu dari sang sopir di pagi buta.

Pukul 6 pagi aku terbangun oleh suara alarm HPku. Seketika itu pula aku langsung menyalakan lampu kamar dan membuka pintu agar udara pagi yang sejuk itu masuk memenuhi ruang peristirahatanku. Ada yang aneh dengan ruang peristirahatanku. Seingatku, ruangan ini sudah aku bersihkan semalam setelah aku kembali dari berjibaku di pagi buta. Tapi pagi ini kenapa terlihat kotor sekali. Ku coba untuk mendekati biang kotor di kamarku. Oh,,ternyata itu adalah semut. Semut-semut kecil itu terlihat tak bergerak sedikitpun. Semut-semut kecil itu mati. Jumlahnya banyak sekali. Tersebar di seluruh ruangan. Tapi daerah yang paling banyak di dekat almari pakaianku.

Aku pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan? Apa yang menyebabkan semut-semut kecil ini tak bergerak? Apa yang telah aku lakukan? Entahlah, aku juga tak tahu kenapa semut-semut kecil ini tak bergerak. Lantas apa yang menyebabkan kematian massal pada semut-semut kecil ini. Apakah mereka mati karena kelaparan? Apakah mereka mati karena keracunan makanan?

Sopir Bus juga manusia

Hari ini adalah hari dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Sejak semalam saya sudah berencana untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek saya. Ya, walaupun mereka sudah tiada, tapi suasana rumah itu selalu mengingatkan saya pada mereka, kakek dan nenek saya. Sekitar pukul 06.30 wib saya berangkat menuju kota kretek kudus. Saya naik bus. Awalnya bapakku tercinta memintaku untuk naik motor saja, tapi saya bersikeras untuk naik bus. Entahlah, saya sedang ingin menikmati kendaraan umum.

Tak ada yang istimewa dalam perjalanan saya menuju kota kretek. Begitu pula ketika saya tiba di rumah kakek dan nenek saya. Biasa saja, hanya pikiran saya saja yang melayang menerawang sekilas ke masa lampau, ketika kakek dan nenek saya masih hidup. Sekitar pukul 10.00 wib saya balik ke rumah. Naik bus lagi. Berbeda dengan perjalanan yang pertama, kali ini perjalanan saya dari kota kretek menuju kota bumi kartini mendapat pengalaman yang cukup menarik.

Sesampainya di terminal kota kudus, saya langsung memilih bus untuk segera menuju rumah saya. Saya pun langsung menaiki salah satu bus yang sepertinya sudah mau berangkat. Belum penuh memang, hanya terisi 5 orang saja, 2 di belakang, 1 di tengah dan 2 di depan. Saya memilih duduk di deretan paling depan, di samping pak sopir. Baru dua menit saya duduk di dalam bus, ada orang yang teriak2, sepertinya sedang marah. Orang itu mendekati sopir bus yang saya tumpangi.

“bos, si junet kuwi wes keterlaluan banget owk, junet ki sering nyolong jadwal trus. Nek ketemu tak anjuti kuwi junet.”kata orang yang tadi teriak2 yang kemudian saya tahu bahwa dia adalah kernet bus, kepada sopir bus.

Abang tukang becak

Setibanya bus di kali kanal, saya pun langsung turun. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma ja;lan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Saya mencari abang tukang becak untuk mengantarkan saya pulang ke rumah. Tapi ternyata saya di suruh untuk berjalan kaki. Ada banyak sekali becak tapi tak satu pun saya melihat abang tukang becak. Ah, ya sudahlah, toh Cuma jalan dari kali kanal sampe rumah saja. Bukankah sewaktu sma dulu saya sering melakukannya. Berjalan kaki dari sekolah menuju rumah.

Oke. Saya akan menikmati jalanan di kota bumi kartini. Saya merogoh kantong celana saya guna mengambil HP. Oh, pukul 11.00 wib. Pantas saja, matahari sudah terasa terik. saya berjalan kaki menuju rumah saya. Sesekali berhenti. Saya berhenti di perempatan dekat SMA saya. Saya berhenti di tengah-tengah perempatan, lalu saya memfoto patung yang katanya R.A Kartini. Saya tak peduli orang-orang melihat saya. Kemudian saya lanjutkan perjalanan. Ketika hampir sampai di kantor PLN, di depan SMP 5, saya melihat abang tukang becak beserta becaknya tentunya.

Label: , , ,

Sembilan ASU Niam

Jogja, sebuah kota yang takkan pernah terlupa. Sebuah kota yang menyimpan banyak kenangan tentang perjalanan hidup saya. Sebuah kota yang dipenuhi dengan orang-orang kreatif, yang membuat kota ini tak ada matinya dalam berkarya dan menciptakan sesuatu yang baru.

Entah sudah berapa lama saya tidak menginjakkan kaki di kota pelajar. Sekitar pertengahan desember , terakhir kali saya mencium aroma jogja. Namun lawatan saya kali ini memang berbeda dengan terakhir kali saya ke kota itu. Agenda lawatan kali ini resmi untuk bersilaturahmi dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan kawan-kawan saya di jogja.

Label: , , ,

Kosan saya yang baru

Kemarin, rabu 10 maret 2010 bertepatan dengan hari film nasional saya merasakan capek yang luar biasa. Padahal aktifitas yang saya lakukan juga tidak terlalu padat. Ada apa gerangan, pikir saya. Malam itu, sekitar pukul 20.00WIB saya berkumpul dengan bapak kos saya dan mas fandi, penghuni kamar kos sebelah kamar saya. Banyak cerita yang saya dapatkan dari acara kumpul bersama mereka, mulai dari cerita klenik warung makan di daerah saya, hingga cerita tentang berbagai persoalan yang sedang melanda negeri tercinta saya, Indonesia.

Tapi kali ini saya tidak sedang ingin menulis tentang cerita yang saya dapatkan semalam. Yang ingin saya tulis dan ceritakan adalah tentang cerita kos saya yang baru ini. Sebenarnya nggak baru juga, soalnya sudah hampir lima bulan saya disini. Pertengahan nopember saya pindah ke kos baru karena sudah diusir dari tempat kos saya yang lama. Lebih tepatnya, sebuah kontrakan yang dijadikan kantor sebuah organisasi yang mana telah turut andil membesarkan dan membentuk saya menjadi seperti sekarang.

jakarta punya cerita

Kisah perjalanan hidup di Jakarta

Sabtu, akhir bulan November. Bermodalkan hanya dengan tekad tanpa persiapan, kami (saya dan satu temen saya) berangkat menuju kota yang mendapat julukan kota metropolitan, kota yang terkenal dengan kehidupan yang keras dan kejam kata sebagian orang. Ya, Jakarta. Ibukota Negara Indonesia tercinta ini memang sering mendapat julukan yang miring, mulai dari kota para koruptor, kota macet, kota para maling, kota polusi, namun dibalik semua itu Jakarta tetaplah ibukota Indonesia yang digadang-gadang menjadi pusat perekonomian. Sekejam apapun kota Jakarta, kota ini tetap mempunyai nilai lebih di mata para pencari kerja, banyak dari mereka yang rela meninggalkan kota dan desa mereka untuk mengadu nasib di kota metropolitan. Sampai-sampai pemerintah DKI Jakarta, kuwalahan menangani banyaknya pendatang baru yang nekat datang untuk menjajal kerasnya ibukota Indonesia. Toh, mereka yang dari desa dengan kesempatan kerja yang lebih sedikit (pikir mereka) tetap memilih hijrah dengan harapan yang besar.

Saya jadi teringat sebuah buku yang pernah saya baca berjudul “Rich Dad’s Prophecy”. Sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang investor dengan segala pelajaran lika-liku kehidupan nyata. Berikut kutipan dari buku tersebut yang masih saya ingat.

Bangga dan malu saya

NIKE, ADIDAS dan LEA JEANS. Mungkin anda punya barang dengan merk tersebut atau setidaknya anda pernah mendengar nama2 tersebut. Barang-barang dengan branded luar negeri itu sudah begitu membumi di Negara saya. Bahkan di Negara saya, kalau seseorang memakai barang2 dengan branded luar negeri, membuat mereka jadi lebih percaya diri. Seperti layaknya susuk kecantikan yang sangat terkenal di Negara saya.

Dua hari yang lalu ketika saya menghabiskan malam saya bersama mas fandy dan bapak kos saya, sekedar njagong atau ngobrol demi melihat pertandingan sepakbola liga champions antara Ac Milan Vs Man united, saya mendapat cerita tentang barang2 dengan branded luar negeri tersebut. Sebuah cerita yang membuat saya bangga sekaligus malu terhadap diri saya dan Negara saya. Obralan tentang hal itu membuat saya memaksakan mata dan telinga saya untuk kosentrasi dan fokus agar tidak ada satu pun informasi yang terlewat.

catatan dari sebuah catatan

Pagi ini saya membuka facebook lewat hp kesayangan saya. Ada satu notification. Lalu saya buka notification itu, yang kemudian saya tahu isinya adalah pemberitahuan bahwa nama saya di tandai dalam sebuah catatan yang di buat oleh pak faisal, kawan saya yang sering menelurkan ide atau gagasannya dalam catatan2 di facebook.

“Isi otak kacang polongku” begitulah judul yang terpampang di catatan kawan saya itu dengan di sertai foto yang terlihat seperti lambang apa gitu, saya juga tak begitu ngerti. Saya baca dengan seksama catatan kawan saya ini. Owh, ternyata tentang kasus gayus tambunan. Sebenarnya saya juga kemaren sudah membuat catatan yang mencatut nama gayus tambunan. Namun saya tidak menyoroti kasus tersebut secara detail dan dalam. Hanya sebagai awalan untuk sebuah pesan yang ingin saya sampaikan.

C-tonx di mata saya

Kali ini saya akan bercerita tentang seorang kawan saya yang bernama Faizal Rakhman Jauhari. Seorang kawan yang beberapa bulan ini selalu menjadi perhatian saya karena banyak pelajaran pula yang saya dapatkan dari dia. Seorang kawan yang dulu saya tak begitu mengenalnya. Faizal Rakhman Jauhari atau lebih dikenal dengan nama panggilan C-tonx.

Saya dan c-tonx memang satu SMA namun tak pernah berada dalam satu kelas, sehingga saya tak begitu mengenalnya. Hanya sekedar tahu nama dan rumahnya, itupun tak tahu persis dimana letak rumahnya. Setelah masa SMA, saya tak tahu kabar dia, saya hanya tahu dia diterima di sekolah kedinasan tempat kakak saya dulu menempuh studi pula. Hingga akhirnya saya mendapat sms dari c-tonx bahwa dia akan menjalani PKL di semarang dan meminta bantuan saya untuk mencarikan tempat kos di semarang.

Label: , , ,

Pengakuan seorang wanita jawa

Jogja, membuat saya seperti seorang penulis novel yang tak henti-hentinya untuk menuliskan cerita hidup saya. Seperti tak ada lagi yang namanya kehabisan ide atau bahan untuk menuliskan sesuatu. Setelah menerima pelajaran dari ni’am dan seorang pengamen, kemudian mendapatkan pelajaran lagi dari seorang wanita jawa (katanya) yang bernama Lian Puspita Sari. Pelajaran tentang sebuah kejujuran, pengakuan, dan keterbukaan. Mendapatkan sebuah cerita dibalik rahasia sebuah jilbab. Sebuah pengakuan yang luar biasa. Bahkan rasanya ingin sekali menulis novel dari cerita hidupnya, karena bagi saya itu adalah sebuah cerita yang menggugah hati.

Tidak hanya karena cerita dari pengakuan itu yang menggugah hati, lantas saya menuliskan pengakuan itu sebagai “sebuah pengakuan yang luar biasa”. Namun juga karena, pengakuan, kejujuran dan keterbukaan itu ia lakukan di depan banyak orang, yang bahkan salah satunya adalah saya sendiri yang notabene sama sekali tidak mengenal dirinya secara baik.

cinta saya terhadap kyai XXX

Jogja memang kota sejuta romansa. Kota yang membuat saya belajar tentang romansa. Saya belajar tentang sebuah rasa. Rasa kagum atau mengagumi seseorang. Berpikir bahwa seseorang itu terlihat seperti sempurna. Sebenarnya sudah sejak lama pula saya tahu bahwa sesuatu yang berlebihan itu tak baik. Entah itu rasa kagum atau rasa cinta atau apapun. Namun memang terkadang, apa yang kita pelajari itu harus benar2 kita rasakan sendiri atau dengan kata lain kita jalani sendiri bukan atas pengalaman orang lain agar benar2 membekas di hati kita.

Hal itulah yang saya dapatkan di kota jogja kemarin. Sebuah pengalaman yang membuat saya ingat akan pelajaran tentang sesuatu bahwa “berlebihan itu tak baik”. Sebuah cerita yang berawal dari kekaguman saya kepada seorang kawan saya yang bernama maulin ni’am. Saya mengenalnya sejak SMA. Lebih tepatnya ketika dia menjabat Ketua OSIS kala itu yang kebetulan ternyata saya juga menjadi pengururs OSIS bidang Olahraga. Dari situlah saya mengenal sosok ni’am yang lantas menjadikan diri saya sebagai orang yang mengaguminya atau saya sebut jamaah ni’am saja.

Label: , , ,

Kehebohan di negara saya

Lagi-lagi Negara saya dilanda kehebohan. Mungkin memang tahun ini, Negara saya sedang berlangganan kehebohan. Mulai dari kasus anggodo dan anggoro bersaudara sang “penguasa keadilan”, lalu beralih ke fasilitas kamar tahanan artalita sang “ratu keadilan” hingga terakhir yang membuat heboh Negara saya adalah seorang pegawai negeri sipil Ditjen pajak golongan IIIA bernama Gayus tambunan, yang memiliki 25 milyar.

Kasus ini benar2 menyita perhatian publik di negara saya. Entah karena kasus ini benar2 sebuah hal yang baru dan mengejutkan atau mungkin kasus ini terlalu fenomenal. Kalau dikatakan sebuah perkara yang baru???tidak juga. Karena mulai dari kasus anggodo dan anggoro sang makelar kasus, kemudian artalita dengan fasilitas mewahnya di kamar tahanan, lalu gayus tambunan yang memiliki uang bermilyar2 meski hanya seorang PNS gol IIIA, bukanlah hal yang baru di Negara saya.

Jogja penuh makna


Sebuah perjalanan yang sarat dengan pelajaran. Itulah yang ada dibenak saya ketika mengingat liburan saya dan beberapa kawan saya di kota sejuta romansa. Banyak hal yang saya dapatkan selama liburan di jogja kali ini, mulai dari hari pertama hingga hari terakhir di jogja. Sebuah kenekatan yang berujung manis, pikir saya. Karena memang pada awalnya saya hendak membatalkan kepergian saya menuju jogja dikarenakan budget untuk liburan hanya tinggal 150rb saja. 150rb untuk 5 hari di jogja, sungguh merupakan sebuah kenekatan bagi saya.

Jika saya tulis semua hal yang menurut saya bisa jadi sebuah cerita dari perjalanan kenekatan saya di jogja, mungkin bisa menjadi 10 cerita lebih, namun kali ini saya akan mencoba menulis sebuah pelajaran yang saya dapatkan dari seorang kawan saya, maulin ni’am.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog