Kematian massal semut-semut di kamarku

16 pebruari 2010

Terbangun aku dari tidurku, setelah semalam harus bekerja di pagi buta jam 1, untuk merampok kayu. Ya, semalam aku terbangun jam 1 karena ada panggilan telepon tengah malam dari bapakQ tercinta. Di suruhnya aku untuk merampok kayu dari sang sopir di pagi buta.

Pukul 6 pagi aku terbangun oleh suara alarm HPku. Seketika itu pula aku langsung menyalakan lampu kamar dan membuka pintu agar udara pagi yang sejuk itu masuk memenuhi ruang peristirahatanku. Ada yang aneh dengan ruang peristirahatanku. Seingatku, ruangan ini sudah aku bersihkan semalam setelah aku kembali dari berjibaku di pagi buta. Tapi pagi ini kenapa terlihat kotor sekali. Ku coba untuk mendekati biang kotor di kamarku. Oh,,ternyata itu adalah semut. Semut-semut kecil itu terlihat tak bergerak sedikitpun. Semut-semut kecil itu mati. Jumlahnya banyak sekali. Tersebar di seluruh ruangan. Tapi daerah yang paling banyak di dekat almari pakaianku.

Aku pun bertanya-tanya, ada apakah gerangan? Apa yang menyebabkan semut-semut kecil ini tak bergerak? Apa yang telah aku lakukan? Entahlah, aku juga tak tahu kenapa semut-semut kecil ini tak bergerak. Lantas apa yang menyebabkan kematian massal pada semut-semut kecil ini. Apakah mereka mati karena kelaparan? Apakah mereka mati karena keracunan makanan?


Aku pun mulai mencari apa sebab kematian massal semut-semut kecil ini. Setelah beberapa kali memeriksa ruangan, pandanganku tertuju pada satu benda berbentuk kotak berwarna hijau yang aku pasang semalam. Benarkah obat nyamuk elektrik ini yang menjadi biang kerok kematian massal semut-semut kecil itu? Aneh memang, karena harusnya bukan semut itu yang mati tapi nyamuk. Aku memasang benda itu untuk mengusir nyamuk dari kamarku. Ya, hanya untuk mengusir si nyamuk keluar dari kamarku tak ada niat untuk membunuh nyamuk apalagi membunuh si semut-semut kecil itu.

Andai benar biang kerok kematian massal itu adalah benda kotak yang berwarna hijau itu, mengapa itu hanya terjadi pada hari ini. Padahal aku sudah menggunakan benda berwarna hijau itu sekitar 2 bulan yang lalu. Akhirnya, untuk menghindari su’udzon pada benda berwarna hijau itu, maka aku memasang benda hijau itu lagi sebelum aku pergi memulai aktifitas.

Dan ternyata, setelah aku pulang dari aktifitas, aku menemukan hal yang sama seperti tadi pagi. Mayat-mayat semut itu bergeletakan di seluruh ruangan. Dan masih tetap sama, daerah yang paling banyak berserakan mayat semut adalah di sekitar almari pakaianku.

Maafkan aku semut. Aku sungguh tak bermaksud mengganggu hidupmu. Tak ada niat sedikitpun untuk mengakhiri hidupmu. Haruskah aku menuntut si pembuat kotak hijau itu untukmu. Bukan hanya karena aku telah di tipu oleh si pembuat kotak hijau itu, tapi karena rasa bersalahku padamu semut. Ya, aku merasa ditipu oleh si pembuat kotak hijau itu. Dari bungkus kotak hijau itu, jelas2 aku baca bahwa kotak hijau itu untuk mengusir si nyamuk bukan mengusir kamu semut, apalagi sampai menyebabkan kematian massal dari jenismu.

Tahukah kamu semut, aku menulis ini hanya untukmu. Untuk mengenangmu. Siapa tahu, si pembuat kotak hijau itu membaca tulisan ini, dan mengucapkan permintaan maafnya padamu, entah itu secara langsung ataupun lewat konferensi pers di media2 elektronik ataupun lewat surat kabar dan majalah2 yang ada.


TURUT BERDUKA CITA
Untuk semut-semut kecil…


PaTLu itu Fahmi

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog