Cerita kelnik di negara saya

Beberapa hari di rumah memang membuat mata dan telinga saya terbuka karena di rumah saya sering menonton acara TV entah itu berita atau pun gosip yang sering membangkitkan hasrat saya untuk menulis tentang sesuatu. Begitu pula hari ini. Hari ini saya menonton berita tentang mata air yang dipercaya masyarakat dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Sebenarnya bukan sekali ini saja kejadian seperti ini terjadi, entah sudah berapa kali mulai dari batu petir ponaryo, kemudian air resapan pohon yang sudah berumur ratusan tahun yang tumbang, dan masih banyak lagi.
Saya merasa bingung dengan hal itu. Saya mulai bertanya2 dalam diri saya sendiri, tentang penyebab masih ramainya hal2 seperti itu di Negara saya. Masyarakat selalu berbondong-bondong menuju TKP ketika mendengar kabar seperti itu. Kabar- kabar “klenik” tentang sesuatu yang bisa menyembuhkan penyakit atau membawa berkah dan melancarkan rejeki.


Apakah hal ini karena masyarakat di Negara yang masih bodoh. Atau karena sudah tidak adanya rasa percaya masyarakat terhadap pengobatan medis di Negara saya. Atau karena masyarakat di Negara saya tahu benar bahwa pengobatan medis di Negara saya itu sangat mencekik leher.
Bahwa ketika satu orang dari keluarga miskin jatuh sakit, jika di bawa ke rumah sakit maka vonis mati itu tidak hanya untuk si sakit tapi juga keluarga si sakit. Pertama, si sakit ini mungkin akan mati karena memang pihak keluarga tidak mempunyai biaya lagi untuk pengobatan apalagi bila sampai berujung operasi. Yang kedua, keluarga si sakit ini sudah menghabiskan seluruh harta milik Tuhan kepadanya untuk membayar ongkos pengobatan (masih belum lunas pula), tapi si sakit tetap tak bisa terselamatkan.
Tapi mungkin bisa saja alasan masyarakat adalah ketiga-tiganya. Atau mungkin bukan ketiga alasan itu tapi hanya masalah adat dan budaya masyarakat di Negara saya dulu. Ah, lagi2 saya menulis (dabosan2) (kalau kata pak tonx) yang membingungkan, tak jelas dan tak terpercaya.
Yang pasti apa yang saya tulis ini hanyalah buah dari pemikiran saya saja dan bukan buah pemikiran orang lain apalagi buah pemikiran orang banyak. Saya juga tidak hendak memaksakan buah2 saya untuk kemudian menjadi buah2 anda. Meskipun buah saya dan buah anda berbeda tapi kita tetap punya kesamaan yaitu sama2 punya buah.
Terima kasih

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog