C-tonx di mata saya

Kali ini saya akan bercerita tentang seorang kawan saya yang bernama Faizal Rakhman Jauhari. Seorang kawan yang beberapa bulan ini selalu menjadi perhatian saya karena banyak pelajaran pula yang saya dapatkan dari dia. Seorang kawan yang dulu saya tak begitu mengenalnya. Faizal Rakhman Jauhari atau lebih dikenal dengan nama panggilan C-tonx.

Saya dan c-tonx memang satu SMA namun tak pernah berada dalam satu kelas, sehingga saya tak begitu mengenalnya. Hanya sekedar tahu nama dan rumahnya, itupun tak tahu persis dimana letak rumahnya. Setelah masa SMA, saya tak tahu kabar dia, saya hanya tahu dia diterima di sekolah kedinasan tempat kakak saya dulu menempuh studi pula. Hingga akhirnya saya mendapat sms dari c-tonx bahwa dia akan menjalani PKL di semarang dan meminta bantuan saya untuk mencarikan tempat kos di semarang.



Setelah itu saya tak tahu menahu tentang kabar c-tonx ini. Namun mungkin Tuhan berkehendak lain, Tuhan mempertemukan saya dengan c-tonx lagi untuk menimba ilmu darinya. Salah satunya adalah tentang sebuah pertanyaan yang selama ini mengendap di hati saya. Tentang sebuah perbedaan antara saya dan kakak saya. Sebuah perbedaan yang pernah saya tuliskan di note saya yang sangat usang dulu. Mengapa saya tidak seperti kakak saya yang selalu merindukan rumah. Mengapa saya tidak seperti kakak saya yang selalu menuruti kemauan dan keinginan bapak saya meskipun kemauan dan keinginan bapak saya itu sesungguhnya bisa mengakibatkan sebuah kebiasaan yang buruk. Dan semua pertanyaan saya itu terjawab sudah ketika saya sedang menikmati suasana kota jogja di hari terakhir sebelum kepulangan c-tonx ke ibukota di sebuah tempat nongkrong yang menyediakan shisha.

Jawabannya adalah saya belum memasuki masa itu, kata c-tonx. Meskipun masih ada beberapa sanggahan di hati saya, paling tidak saya menemukan jawaban kenapa sikap kakak saya itu seperti itu. Sebuah sikap yang menurut saya terlalu berlebihan, karena selalu memanjakan keinginan bapak saya. Saya hanya takut dampak dari sebuah kebiasaan kakak saya itu.

Ah, mungkin itu hanya alasan dan pembenaran saya saja. Entahlah, saya sedang menunggu masa yang diyakini c-tonx pasti akan datang padaku juga. Terima kasih pak tonx, karena telah mengajari saya tentang ilmu yang tak mungkin saya dapat dari ruang kotak penuh bangku yang sering disebut sekolah.


best regards

PaTLu Itu Fahmi

Label: , , ,

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog