Sopir Bus juga manusia

Hari ini adalah hari dimana Nabi Muhammad SAW dilahirkan. Sejak semalam saya sudah berencana untuk berkunjung ke rumah kakek dan nenek saya. Ya, walaupun mereka sudah tiada, tapi suasana rumah itu selalu mengingatkan saya pada mereka, kakek dan nenek saya. Sekitar pukul 06.30 wib saya berangkat menuju kota kretek kudus. Saya naik bus. Awalnya bapakku tercinta memintaku untuk naik motor saja, tapi saya bersikeras untuk naik bus. Entahlah, saya sedang ingin menikmati kendaraan umum.

Tak ada yang istimewa dalam perjalanan saya menuju kota kretek. Begitu pula ketika saya tiba di rumah kakek dan nenek saya. Biasa saja, hanya pikiran saya saja yang melayang menerawang sekilas ke masa lampau, ketika kakek dan nenek saya masih hidup. Sekitar pukul 10.00 wib saya balik ke rumah. Naik bus lagi. Berbeda dengan perjalanan yang pertama, kali ini perjalanan saya dari kota kretek menuju kota bumi kartini mendapat pengalaman yang cukup menarik.

Sesampainya di terminal kota kudus, saya langsung memilih bus untuk segera menuju rumah saya. Saya pun langsung menaiki salah satu bus yang sepertinya sudah mau berangkat. Belum penuh memang, hanya terisi 5 orang saja, 2 di belakang, 1 di tengah dan 2 di depan. Saya memilih duduk di deretan paling depan, di samping pak sopir. Baru dua menit saya duduk di dalam bus, ada orang yang teriak2, sepertinya sedang marah. Orang itu mendekati sopir bus yang saya tumpangi.

“bos, si junet kuwi wes keterlaluan banget owk, junet ki sering nyolong jadwal trus. Nek ketemu tak anjuti kuwi junet.”kata orang yang tadi teriak2 yang kemudian saya tahu bahwa dia adalah kernet bus, kepada sopir bus.



“wes tho rak usah kemrusung koyok ngono. Urip ki rak sah di gawe ongel. Mbarke wae junet nyolong jadwal, lha wong rejeki ki wes ono seng ngatur.” Kata si sopir bus itu.

Saya tersenyum ketika mendengar percakapan itu. Semenit kemudian bus saya berangkat. Ketika bus hampir sampai di pertigaan gotri, kernet bus turun karena melihat bus si junet yang ngetem di situ. Ternyata si kernet bus ini masih tidak terima dengan kelakuan si junet. Tapi si sopir saya tadi keburu turun dan menghentikan si kernet. Betapa baik si sopir bus ini, pikir saya. Lalu saya melihat bus si junet mulai berjalan meninggalkan tempat mangkal. Bapak sopir bus ini tetap santai dan sama sekali tidak terpancing emosi.

Lalu ketika bus saya mulai berjalan, saya pun memberanikan diri untuk mengajak ngobrol bapak sopir bus ini. Ngobrol ngalor-ngidul hingga akhirnya saya turun di kali kanal. Satu hal yang saya ingat dari obrolan dengan bapak sopir bus tadi adalah bahwa “urip ki ojo ngoyo, rejeki ki wes ono seng ngatur”. Kata-kata itu bukanlah hal baru bagi saya. Entah sudah berapa kali saya dengar hal itu dan entah sudah berapa kali saya baca hal itu. Tapi saya sering kali melupakannya.

Ya, hidup saya sangat ngoyo. Saya mengejar uang dengan ngoyo. Saya mengerjakan semuanya. Saya menerima semua tawaran pekerjaan, apapun yang bisa saya lakukan. Saya menerima pekerjaan desain, job foto pre wedding, mengajar, membuat web, penyuluhan, pelatihan, proyek, jaga warnet, hingga menjadi EO acara. Saya menjadi orang yang sangat sibuk, tak ada lagi waktu untuk sekedar bersenang-senang bersama teman2 saya. Semua itu saya lakukan hanya untuk satu kata dan satu benda, uang.
Bapak itu mengingatkan saya tentang kehidupan saya. Selama ini saya pikir apa yang saya lakukan adalah berusaha. Mumpung saya masih muda. Saya harus memanfaatkan waktu muda saya ini dengan sebaik-baiknya. Itu yang saya pikir.

Tapi ternyata saya keliru. Saya keliru memahami. Memahami perbedaan berusaha dengan ngoyo. Berusaha itu berbeda dengan ngoyo.

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog