Oh my God, Pacarku hamil lagi

“Oh my God, pacarku hamil lagi.”kalimat itu keluar sesaat setelah kawan saya membaca sms yang masuk. Saat itu kami sedang berada di salah satu resto cepat saji yang cukup terkenal. Saya hampir saja tersedak minuman cola ketika saya mendengarnya. Saya tak berani berkata-kata. Saya hanya terdiam menunggu kawan saya ini memulai percakapan lagi karena dia terlihat sibuk mengetik sesuatu seperti sedang membalas sms. Satu hal yang membuat saya bingung adalah raut wajah kawan saya. Dia sama sekali tak terlihat sedang kebingungan ataupun cemas.

Akhirnya saat yang saya nanti itu tiba. Kawan saya tersenyum sejenak sambil memandang saya sebelum memulai percakapan.

“Ada apa? Kau terlihat sedang kebingungan” Tanyanya padaku.

“serius pacarmu hamil?”jawabku pada kawan saya ini, karena ingin memastikan apa yang saya dengar itu salah. Ya, saya berharap telinga saya salah menerjemahkan apa yang tadi diucapkan kawan saya ini.

“hahahahahahaha” ia tertawa. Lalu ia berhenti sejenak, memandangi diriku yang sedang kebingungan.
“iya, pacarku hamil.”jawabnya.




Saya berusaha mengambil nafas dalam2. Masih setengah tidak percaya dengan apa yang saya dengar. Lalu saya mengulangi pertanyaan itu lagi padanya.

“serius pacarmu hamil?”

“iya, pacarku hamil lagi. Ini sudah ketiga kalinya.”jawabnya santai tanpa ketakutan dan kegelisahan.

“kau gila”hanya itu kata yang terlontar dari mulut saya. Lalu dia tertawa lagi. Dan selagi dia tertawa saya mencoba menenangkan diri saya dengan mengambil minuman cola di depan saya. Terdengar bunyi yang menandakan minuman saya telah habis.

Kemudian kawan saya mulai menceritakan semuanya. Kawan saya ini bercerita tentang sebuah kehidupan yang telah ia jalani selama 6 tahun terakhir. Semuanya. Tentang Kehidupan masa SMA dan kuliahnya. Tentang kehebatannya dalam menaklukan wanita. Tentang si ini dan si itu. Tentang wanita A, wanita B, wanita C dan seterusnya. Dan dua hal yang sepertinya ia tekankan padaku, bahwa semenjak semester 4 saat ia kuliah, ia tak pernah memacari wanita2 itu dan ia tak perlu menjadi kaya terlebih dahulu untuk menaklukan wanita2 itu. Ya, dia mematahkan anggapan bahwa hanya orang2 berduit yang bisa menikmati wanita2 cantik.

Singkirkan pikiran bila anda berpikir bahwa kawan saya ini pasti tampan atau seorang atlet olahraga dengan badan yang mempesona atau seorang yang memiliki kecerdasan luarbiasa sehingga para wanita2 itu begitu tergila-gila dan begitu mudahnya ditaklukan. Andai saja anda tahu bagaimana bentuk kawan saya ini, anda pasti akan langsung mengatakan “ga mungkin”. Kawan saya ini tak lebih ganteng dari saya. Ya, tak lebih ganteng dari saya. Padahal mungkin anda sendiri berpikir bahwa saya adalah manusia yang paling tidak ganteng. Hahahahaha. Serius, saya tidak bohong. Kawan saya ini tak lebih tinggi dari saya, tak lebih ganteng dari saya, uang yang dia punya pun tak lebih banyak dari yang saya punya.

“Tuhan itu maha adil. Saya memang tak dianugrahi wajah yang tampan, harta yang melimpah,dan otak yang cerdas, tapi Tuhan memberikan saya pengetahuan bagaimana cara menaklukan makhluk ciptaanNYA yang terindah.”kata kawan saya.

Saya sendiri bingung harus menjawab dan berkomentar atau menasehati apa.

Hanya ada satu kalimat yang saya punya di otak saya. “berhati-hatilah dengan wanita, dia bisa begitu mempesona, menyenangkan dan memabukkan tapi dia juga bisa menjadi yang sebaliknya, mengerikan dan menghancurkan.” Tapi kalimat itu seperti tak bisa keluar dari mulut saya, tertahan di tenggorokan saya.

Setelah pertemuan itu kami berpisah menuju kehidupan masing2. Saya pergi menuju tempat peristirahatan saya, kamar kos. Saya pun langsung mengambil gelas dan membuat kopi. Lalu menyalakan laptop saya tercinta sambil melihat jam di HP saya. 16.21 wib. Saya lalu mengambil sebatang rokok dan mulai menulis apa yang terjadi hari ini. Ya, hari ini. Hari senin, tanggal 22 pebruari 2010. Hari pertama saya di kota lumpia setelah beberapa hari singgah di kota orang. Hari senin yang cukup menyenangkan. Menyenangkan bagi saya tentunya karena saya mendapatkan sebuah cerita yang sangat menarik.

Menarik karena saya belajar tentang sesuatu dari kawan saya tadi. Bahwa Tuhan itu Maha Adil. Ya, Tuhan itu Maha Adil. Meskipun mungkin kawan saya ini melenceng jalannya. Tapi yang saya ambil dari cerita kawan saya itu adalah bahwa sesungguhnya kita terlahir dengan kekurangan dan kelebihan masing2. Kita hanya perlu menggali dan memahami kelebihan kita. Tuhan itu Maha Adil. Tuhan selalu menciptakan kesulitan dan kemudahan dalam satu paket. Ya, di setiap kesulitan dan cobaan pasti ada kemudahan. Meskipun kita masih sering melupakan hal itu ketika sedang kesulitan.

Dan saya pun teringat sesuatu mengenai kesulitan dan kemudahan. Teringat sebuah obrolan saya dan seorang kawan saya dulu. Ia, mengatakan bahwa “setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan”. setujukah anda dengan perkataan kawan saya tersebut? Ya, pasti anda setuju dengan perkataan kawan saya itu, karena itu bukanlah hal yang baru anda dengar sekali ini pastinya tapi sudah berkali2. Tapi saya sedikit tidak setuju. Ya, sedikit. Karena saya juga yakin bahwa Tuhan menciptakan dua hal itu dalam satu paket. Hanya saja saya memiliki kalimat yang berbeda. Bagi saya, ” kesulitan itu datang bersamaan dengan kemudahan. Hanya saja kemudahan itu sedang bersembunyi, ketika kesulitan itu datang. Dan kita harus berusaha untuk menemukannya. ”

Tuhan memang sengaja menyembunyikan kemudahan itu agar manusia berusaha utnuk menemukan kemudahan tersebut. Sesungguhnya inti kalimat saya dan kawan saya itu sama. Hal itu terlihat sama ketika kita sama-sama memahami bahwa ketika kesulitan itu datang kita perlu berusaha untuk melewatinya atau untuk menemukan kemudahan. Namun ketika membaca kalimat yang pertama dan memahaminya. Tapi ternyata kita lupa bahwa ada jenis manusia yang salah memahami kalimat “setelah kesulitan pasti akan datang kemudahan”. Yang ia pahami adalah kemudahan itu selalu datang setelah kesulitan, padahal tak jarang pula kita menemukan kesulitan atau cobaan yang datang tak henti-hentinya silih berganti. Dan manusia jenis ini hanya menunggu kemudahan datang dengan sendirinya setelah kesulitan. Ketika satu kesulitan datang, lalu ternyata yang datang berikutnya adalah kesulitan lagi bukannya kemudahan, ia pun jatuh tersungkur dan mulai mengeluh. Ada juga yang lebih parah kemudian ia mulai tak mempercayai Tuhan dan mulai mengutukNYA.

Tanpa saya sadari tulisan ini sudah mencapai halaman ketiga. Saya mulai membaca lagi tulisan saya dari awal. Ternyata apa yang saya tulis itu berbeda dengan keinginan saya pada awalnya. Pada awalnya saya hanya ingin menulis cerita tentang kehidupan kawan saya. Lhah kok malah dadi koyok ngene. Ya sudahlah, yang penting saya punya kenangan dan cerita yang bisa saya tulis dan simpan sebagai kado di hari pertama saya menginjakkan kaki di kota lumpia setelah singgah di pulau Sumatra beberapa hari lalu.

Terima kasih untuk kawan saya yang telah memberikan cerita yang menarik bagi saya. Dan sekali lagi saya katakan bahwa Tuhan itu benar-benar Maha Adil.

The end

Best regards

PaTLu itu Fahmi

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog