Pengakuan seorang wanita jawa

Jogja, membuat saya seperti seorang penulis novel yang tak henti-hentinya untuk menuliskan cerita hidup saya. Seperti tak ada lagi yang namanya kehabisan ide atau bahan untuk menuliskan sesuatu. Setelah menerima pelajaran dari ni’am dan seorang pengamen, kemudian mendapatkan pelajaran lagi dari seorang wanita jawa (katanya) yang bernama Lian Puspita Sari. Pelajaran tentang sebuah kejujuran, pengakuan, dan keterbukaan. Mendapatkan sebuah cerita dibalik rahasia sebuah jilbab. Sebuah pengakuan yang luar biasa. Bahkan rasanya ingin sekali menulis novel dari cerita hidupnya, karena bagi saya itu adalah sebuah cerita yang menggugah hati.

Tidak hanya karena cerita dari pengakuan itu yang menggugah hati, lantas saya menuliskan pengakuan itu sebagai “sebuah pengakuan yang luar biasa”. Namun juga karena, pengakuan, kejujuran dan keterbukaan itu ia lakukan di depan banyak orang, yang bahkan salah satunya adalah saya sendiri yang notabene sama sekali tidak mengenal dirinya secara baik.



Ya, tiba-tiba saja saya mencoba mengingat wanita jawa ini ketika saya masih SMA dulu. Saya tak mengenalnya sama sekali kecuali nama panggilannya saja yakni lian. Saya tak tahu dimana rumahnya, nama lengkapnya, kuliah dimana setelah lulus SMA, apalagi sifat dan sikapnya. Dan saya hanya tahu kalo wanita jawa ini kuliah di solo. Sebenarnya saya tahu nama lengkapnya juga setelah menulis cerita ini. Saya mencoba mencari buku album kenangan SMA. Di situlah saya menemukan nama lengkap dari wanita jawa ini.

Bahkan setelah lulus SMA, pertama kali bertemu dengan wanita jawa ini adalah ketika sedang berkumpul di rumah Silvi kala itu sekitar sebulan atau dua bulan yang lalu mungkin. Hanya sekali itu saya bertemu dengan wanita jawa ini sebelum akhirnya bertemu lagi di kota sejuta romansa, jogja. Itulah mengapa saya sebut pengakuan wanita jawa ini adalah “sebuah pengakuan yang luar biasa”.

Satu hal yang menarik adalah ketika saya menemukan motto hidup wanita jawa ini di dalam buku kenangan SMA yakni ”jujur itu lebih baik”. Pas sekali dengan tema tulisan saya dan juga tema man of the match liburan ini.

Sebagai penutup tulisan ini, saya mengucapkan terima kasih kepada wanita jawa yang telah mengajari saya tentang kejujuran, pengakuan dan keterbukaan. Jika suatu saat ada novel berjudul “pengakuan seorang wanita jawa” atau “dibalik rahasia sebuah jilbab”, jangan minta royalty ya. wkwkwkwka


best regards


PaTLu Itu Fahmi

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog