sebuah titik, garis dan ruang

Gara-gara ada titik, selanjutnya orang belajar membuat garis. Setelah bisa membuat garis, lalu membuat gambar di bidang yang datar; misalnya dengan membuat tattoo di tangan atau melukis di tembok goa, untuk melukiskan hal-hal yang dia kenal dalam hidupnya. Akibat bisa menggambar, selanjutnya orang bisa merencanakan untuk membangun
bangunan ruang.

Gara-gara duduk di atas kompor lima menit terasa satu jam, dan duduk di atas pangkuan wanita satu jam terasa lima menit; maka terdefinisilah dimensi waktu yang relatif. Gara-gara waktu dipahami sebagai dimensi, maka ditemukanlah hukum kekekalan energi.


---

Ada hal-hal yang sifatnya hasil akhir yang kita anggap pasti. Ketika kita melihat ada suatu garis kita menganggapnya sebagai suatu kepastian, seperti kita melihat; gambar di permukaan bidang datar, melihat sebuah bangunan ruang, atau tepat jam berapakah detik ini…

Bagaimana kalau kita mengamati situasi di sekitar kita dengan sudutpandang yang berbeda. Bilamana diri kita adalah sebuah titik; kita bisa menjadi bagian dari suatu garis, bagian dari suatu gambar, bagian dari suatu bangunan ruang, atau bagian dari perjalanan waktu; atau bagian dari kesemuanya… Apa yang akan terjadi ?


(sumber : Ditulis oleh : Vincent Liong dan Anton Widjojo )

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog