Sembilan ASU Niam

Jogja, sebuah kota yang takkan pernah terlupa. Sebuah kota yang menyimpan banyak kenangan tentang perjalanan hidup saya. Sebuah kota yang dipenuhi dengan orang-orang kreatif, yang membuat kota ini tak ada matinya dalam berkarya dan menciptakan sesuatu yang baru.

Entah sudah berapa lama saya tidak menginjakkan kaki di kota pelajar. Sekitar pertengahan desember , terakhir kali saya mencium aroma jogja. Namun lawatan saya kali ini memang berbeda dengan terakhir kali saya ke kota itu. Agenda lawatan kali ini resmi untuk bersilaturahmi dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang dengan kawan-kawan saya di jogja.

Label: , , ,

Kosan saya yang baru

Kemarin, rabu 10 maret 2010 bertepatan dengan hari film nasional saya merasakan capek yang luar biasa. Padahal aktifitas yang saya lakukan juga tidak terlalu padat. Ada apa gerangan, pikir saya. Malam itu, sekitar pukul 20.00WIB saya berkumpul dengan bapak kos saya dan mas fandi, penghuni kamar kos sebelah kamar saya. Banyak cerita yang saya dapatkan dari acara kumpul bersama mereka, mulai dari cerita klenik warung makan di daerah saya, hingga cerita tentang berbagai persoalan yang sedang melanda negeri tercinta saya, Indonesia.

Tapi kali ini saya tidak sedang ingin menulis tentang cerita yang saya dapatkan semalam. Yang ingin saya tulis dan ceritakan adalah tentang cerita kos saya yang baru ini. Sebenarnya nggak baru juga, soalnya sudah hampir lima bulan saya disini. Pertengahan nopember saya pindah ke kos baru karena sudah diusir dari tempat kos saya yang lama. Lebih tepatnya, sebuah kontrakan yang dijadikan kantor sebuah organisasi yang mana telah turut andil membesarkan dan membentuk saya menjadi seperti sekarang.

jakarta punya cerita

Kisah perjalanan hidup di Jakarta

Sabtu, akhir bulan November. Bermodalkan hanya dengan tekad tanpa persiapan, kami (saya dan satu temen saya) berangkat menuju kota yang mendapat julukan kota metropolitan, kota yang terkenal dengan kehidupan yang keras dan kejam kata sebagian orang. Ya, Jakarta. Ibukota Negara Indonesia tercinta ini memang sering mendapat julukan yang miring, mulai dari kota para koruptor, kota macet, kota para maling, kota polusi, namun dibalik semua itu Jakarta tetaplah ibukota Indonesia yang digadang-gadang menjadi pusat perekonomian. Sekejam apapun kota Jakarta, kota ini tetap mempunyai nilai lebih di mata para pencari kerja, banyak dari mereka yang rela meninggalkan kota dan desa mereka untuk mengadu nasib di kota metropolitan. Sampai-sampai pemerintah DKI Jakarta, kuwalahan menangani banyaknya pendatang baru yang nekat datang untuk menjajal kerasnya ibukota Indonesia. Toh, mereka yang dari desa dengan kesempatan kerja yang lebih sedikit (pikir mereka) tetap memilih hijrah dengan harapan yang besar.

Saya jadi teringat sebuah buku yang pernah saya baca berjudul “Rich Dad’s Prophecy”. Sebuah buku tentang perjalanan hidup seorang investor dengan segala pelajaran lika-liku kehidupan nyata. Berikut kutipan dari buku tersebut yang masih saya ingat.

Bangga dan malu saya

NIKE, ADIDAS dan LEA JEANS. Mungkin anda punya barang dengan merk tersebut atau setidaknya anda pernah mendengar nama2 tersebut. Barang-barang dengan branded luar negeri itu sudah begitu membumi di Negara saya. Bahkan di Negara saya, kalau seseorang memakai barang2 dengan branded luar negeri, membuat mereka jadi lebih percaya diri. Seperti layaknya susuk kecantikan yang sangat terkenal di Negara saya.

Dua hari yang lalu ketika saya menghabiskan malam saya bersama mas fandy dan bapak kos saya, sekedar njagong atau ngobrol demi melihat pertandingan sepakbola liga champions antara Ac Milan Vs Man united, saya mendapat cerita tentang barang2 dengan branded luar negeri tersebut. Sebuah cerita yang membuat saya bangga sekaligus malu terhadap diri saya dan Negara saya. Obralan tentang hal itu membuat saya memaksakan mata dan telinga saya untuk kosentrasi dan fokus agar tidak ada satu pun informasi yang terlewat.

catatan dari sebuah catatan

Pagi ini saya membuka facebook lewat hp kesayangan saya. Ada satu notification. Lalu saya buka notification itu, yang kemudian saya tahu isinya adalah pemberitahuan bahwa nama saya di tandai dalam sebuah catatan yang di buat oleh pak faisal, kawan saya yang sering menelurkan ide atau gagasannya dalam catatan2 di facebook.

“Isi otak kacang polongku” begitulah judul yang terpampang di catatan kawan saya itu dengan di sertai foto yang terlihat seperti lambang apa gitu, saya juga tak begitu ngerti. Saya baca dengan seksama catatan kawan saya ini. Owh, ternyata tentang kasus gayus tambunan. Sebenarnya saya juga kemaren sudah membuat catatan yang mencatut nama gayus tambunan. Namun saya tidak menyoroti kasus tersebut secara detail dan dalam. Hanya sebagai awalan untuk sebuah pesan yang ingin saya sampaikan.

C-tonx di mata saya

Kali ini saya akan bercerita tentang seorang kawan saya yang bernama Faizal Rakhman Jauhari. Seorang kawan yang beberapa bulan ini selalu menjadi perhatian saya karena banyak pelajaran pula yang saya dapatkan dari dia. Seorang kawan yang dulu saya tak begitu mengenalnya. Faizal Rakhman Jauhari atau lebih dikenal dengan nama panggilan C-tonx.

Saya dan c-tonx memang satu SMA namun tak pernah berada dalam satu kelas, sehingga saya tak begitu mengenalnya. Hanya sekedar tahu nama dan rumahnya, itupun tak tahu persis dimana letak rumahnya. Setelah masa SMA, saya tak tahu kabar dia, saya hanya tahu dia diterima di sekolah kedinasan tempat kakak saya dulu menempuh studi pula. Hingga akhirnya saya mendapat sms dari c-tonx bahwa dia akan menjalani PKL di semarang dan meminta bantuan saya untuk mencarikan tempat kos di semarang.

Label: , , ,

Pengakuan seorang wanita jawa

Jogja, membuat saya seperti seorang penulis novel yang tak henti-hentinya untuk menuliskan cerita hidup saya. Seperti tak ada lagi yang namanya kehabisan ide atau bahan untuk menuliskan sesuatu. Setelah menerima pelajaran dari ni’am dan seorang pengamen, kemudian mendapatkan pelajaran lagi dari seorang wanita jawa (katanya) yang bernama Lian Puspita Sari. Pelajaran tentang sebuah kejujuran, pengakuan, dan keterbukaan. Mendapatkan sebuah cerita dibalik rahasia sebuah jilbab. Sebuah pengakuan yang luar biasa. Bahkan rasanya ingin sekali menulis novel dari cerita hidupnya, karena bagi saya itu adalah sebuah cerita yang menggugah hati.

Tidak hanya karena cerita dari pengakuan itu yang menggugah hati, lantas saya menuliskan pengakuan itu sebagai “sebuah pengakuan yang luar biasa”. Namun juga karena, pengakuan, kejujuran dan keterbukaan itu ia lakukan di depan banyak orang, yang bahkan salah satunya adalah saya sendiri yang notabene sama sekali tidak mengenal dirinya secara baik.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Powered By Blogger
Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog