Menjadi bodoh dan bahagia part 1

Ternyata menjadi bodoh adalah salah satu cara untuk bahagia. Semakin aku banyak tahu tentang sesuatu, itu berarti semakin banyak aku memikirkan sesuatu dan kemudian semakin banyak pula masalah yang harus kupikirkan dan kupecahkan. Terkadang aku ingin menjadi bodoh dan terbelakang seperti si Charlie, tokoh dalam novel “Charlie, si Jenius Dungu”.

Tetap tersenyum meskipun ditertawakan dan dihina setengah mati, bahkan ia ikut tertawa ketika orang-orang menertawakan kebodohannya. Ia tak peduli orang-orang itu menertawakannya. Bukan, bukannya ia tidak peduli tapi tidak merasa bahwa ia sedang ditertawakan karena kebodohannya. Tidak merasa dan tidak tahu. Yang Charlie tahu, hanyalah ia senang bisa membuat orang tertawa dan ia pun ikut tertawa bersama orang-orang yang menertawakannya.

Betapa menyenangkannya menjadi si Charlie yang tak tahu apa-apa, pikirku.


Tetapi, aku menangkap sesuatu yang lain. Menangkap pemahaman lain tentang kebahagiaan si Charlie. Bukan menjadi bodoh dan tidak tahu tentang apa2 inti kebahagiaan si Charlie. Melainkan membuat orang lain disekitarnya tertawa bahagia, meskipun tawa dan bahagia itu adalah menertawakan kebodohan dan keterbelakangan dirinya. Charlie menemukan kebahagiaannya secara tak sengaja lewat kebodohan dan keterbelakangannya. Ya, Charlie menemukan kebahagiaan dengan caranya sendiri.

Aku bukan si Charlie yang bodoh dan terbelakang. Dan aku tidak harus menjadi si Charlie untuk menemukan kebahagiaan itu. Yang harus aku lakukan adalah menemukan kebahagiaan itu dengan caraku sendiri tentunya. Bukan dengan menjadi bodoh dan terbelakang yang tidak tahu apa-apa. Yang harus aku lakukan adalah menemukan cara bagaimana membuat orang lain di sekitarku tertawa dan bahagia.

Sesaat setelah aku menyimpulkan hal tersebut diatas, aku teringat satu kalimat yang menggoyahkan keyakinan yang baru saja aku simpulkan tadi. ”Satu hal yang tidak pernah bisa kamu lakukan adalah menyenangkan hati semua orang.”

Ah,,, lagi-lagi aku dihadapkan pada sebuah permasalahan baru ketika aku telah menemukan pemecahan dari permasalahan yang sebelumnya. Lagi-lagi aku kembali pada pemikiran pertama, pilihan untuk menjadi bodoh dan tidak tahu apa-apa. Apakah ini juga salahku karena aku banyak tahu. Andaikan aku tidak pernah tahu tentang kalimat ”Satu hal yang tidak pernah bisa kamu lakukan adalah menyenangkan hati semua orang”, mungkin aku tidak harus dilanda kebingungan seperti sebelum aku menulis dan memecahkan permasalahan pertama. Aku merasa terlalu banyak tahu, hingga aku lupa apa yang tak kutahu.

Ah,,,biarlah kebahagiaan itu menjadi sebuah misteri.
Mungkin lebih baik aku menutup mata ini dan mengistirahatkan otakku sejenak. Mungkin memang harus segera bergegas untuk tidur karena penanda waktu di laptopku sudah menunjukkan pukul 00.30wib. Memejamkan mata dan berharap esok pagi ketika aku tebangun semua masalah itu telah menghilang dari otakku. Amin.

24 pebruari 2010, dini hari pukul 00.30wib

Best regards

PaTLu itu Fahmi

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog