Pura-pura bisu = obat stres saya

Akhir juni, menjadi minggu paling berat bagi saya. Ujian kehidupan yang datang membuat saya lemas. Lemas badan, otak dan psikis. 25 juni, kalau saya ndak salah ingat, momen ujian kehidupan pertama menghampiri saya. Dua wanita yang sama2 mencintai saya, pergi meninggalkan saya. Saat itu kepala saya rasanya seperti terkena jatuhan batu berukuran besar dan menempel di kepala saya, sungguh berat sekali. Belum genap dua hari setelah saya kehilangan 2 wanita yang mencintai saya, datang ujian kehidupan yang kedua, yakni dua rekan bisnis saya, yang sudah saya percaya dan saya anggap sahabat dekat, mengkhianati saya.

Lengkap sudah ujian kehidupan yang datang hampir bersamaan itu. Stres. Ya, saya stres kala itu. Melakukan apapun rasanya berat. Bawaannya marah2 melulu. Entah sudah berapa orang yang terkena imbas dari ke-stres-an saya. Berbagai upaya saya lakukan untuk menghilangkan stres yang hinggap pada saya. Mulai dari menyendiri di tepi pantai malam2 sambil merokok, berkaraoke ria hingga berteriak kencang di pantai.
Tapi untungnya stres saya tak berkepanjangan. Akhirnya saya menemukan obat mujarab untuk menghilangkan stres saya yakni mengikuti tingkah Pidi Baiq yang gila. Bertingkah menjadi orang bisu.

Korban kejahilan pertama saya adalah tukang jualan berger di dekat alun2. Saya memesan berger dengan cara menulis di kertas.

“berger satu mas, ga usah pake tomat dan salad”

Sembari menunggu berger jadi, saya pun mengambil secarik kertas dan menuliskan sesuatu lalu memberikannya kepada si mas penjual berger (SMPB).

“ harganya berapa mas?”


Kemudian saya sodorkan pulpen saya kepada SMPB, biar dia juga ikut2an njawab pake tulisan di kertas. Begitu seterusnya, hingga saya selesai makan berger di samping SMPB. Lalu saya kasih uang 10 ribu dan bilang kalau kembaliannya buat SMPB, hanya saja kali ini saya ngomong langsung seperti biasa tanpa menggunakan kertas. Dan sebelum saya meninggalkan SMPB, saya menceritakan alasan kenapa tadi saya tidak mau ngomong dan menggunakan kertas. Saya bilang bahwa kata paranormal saya, saya tidak boleh ngomong dengan orang sebelum jam 8 malam. Bisa sial seumur hidup.

Korban kejahilan kedua saya adalah si mas penjual jagung bakar (SMPJB).

Terima kasih untuk SMPB dan SMPJB atas waktunya dan pelayanannya. Semoga amal dan ibadah kalian diterima. Karena ide pidi baiq dan karena SMPB serta SMPJB lah, saya mulai bangkit dari keterpurukan saya. Dan mulai memahami apa makna dan hikmah dari ujian kehidupan itu yaitu bahwa hidup ini indah, maka nikmatilah. Paling tidak sekarang saya tahu bahwa Uang memang benda yang luar biasa. Karena uang, sahabat bisa menusuk dari belakang, karena uang orang bisa saling bunuh, karena uang orang2 terdekat anda bisa menjadi musuh.

uang memang bukan segala-galanya, tapi dengan uang bisa melakukan segala-galanya. Dan demi uang orang bisa melakukan segala-galanya. Maka berhati-hatilah dengan uang.

1 juli 2010

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog