Sebuah pelajaran dari semut2 kecil

Kamis , 11 maret 2010 bertepatan dengan hari supersemar, saya pulang ke tempat dimana saya dilahirkan. Sekitar pukul 17.10 WIB saya menginjakkan kaki di halaman rumah saya. Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 20.00 WIB pak Gunawan menghampiri saya karena kami sudah sepakat untuk mengunjungi lapak atau tempat nongkrong yang baru dibuka oleh teman saya si zaenur yakni segokucing.com . Namun ternyata pak zaenur ini sedang siaran di radio R-lisa, tempat dimana ia bekerja.

Beberapa saat kemudian pak bowo datang untuk menambah skuad malam ini. Pada awalnya saya dan pak gun mengunjungi pak zaenur hanya untuk urusan sebuah project kecil2an, namun akhirnya kunjungan ini berujung pada acara bermain PS bersama. Bermain PS bersama di radio R-Lisa. Tak lupa pula kami memesan minuman dan makanan kecil guna melengkapi acara kami.



Setelah beberapa menit kami bermain PS, saya melihat segerombolan semut mulai menyerang minuman kami yang terletak di atas meja. Langsung saja saya tiup gerombolan semut itu agar segera menyingkir dari minuman kami. Satu hal yang saya amati dari pengusiran semut itu adalah semut itu bergerak berhampuran tapi sangat teratur seperti ada komando dari pemimpin mereka. Sebuah pemandangan yang membuat saya kagum. keteraturan dalam ketidakteraturan. Entahlah, saya bingung mencari kalimat dan kata yang pas untuk menggambarkan apa yang saya lihat.

Beberapa menit kemudian, ketika saya merasa haus dan ingin mengambil minuman, saya melihat segerombolan semut itu lagi sedang menyerang minuman kami. Namun ketika saya amati, saya telah salah menilai. Gerombolan semut itu sama sekali tidak menyerang minuman kami. Mereka hanya menyerang minuman kami yang tumpah di atas baki saja. Ya, mereka hanya mengambil sesuatu yang memang boleh diambil yakni tumpahan minuman kami.

Betapa irinya saya melihat semut2 itu. Semut itu mengingatkan saya pada kondisi Negara saya. Negara yang kaya raya tapi rakyatnya menderita. Mungkin orang2 di Negara saya harus belajar pada semut2 di tempat ini. Karena banyak orang yang bilang bahwa penyebab ketidakmakmuran di Negara saya salah satunya adalah orang2 di Negara saya saling berlomba untuk mengambil sesuatu yang bukan haknya, mengambil sesuatu yang seharusnya tidak boleh diambil. Enthalah, saya juga tak tahu pasti penyebab merajalelanya kemiskinan di Negara yang memiliki sumberdaya alam melimpah ini. Tapi paling tidak, semut2 itu masih memberi kesempatan kepada saya untuk melihat sebuah peristiwa yang menggugah hati saya.

Terima kasih semut2 kecil. Terima kasih Tuhan. Terima kasih karena saya masih diijinkan untuk melihat dan mencerna ilmu yang diajarkan oleh alam ini. Andaikan orang2 di negara saya ini memahami tentang hal ini, mungkin takkan ada lagi kemiskinan, atau paling tidak kemiskinan di negara saya ini akan lebih sedikit.

4 komentar:

  1. munir ardi mengatakan...:

    memang sangat banyak pelajaran yang bisa dipetik dari alam sekitar kita

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    iyah om...
    sayah sedang belajar dari lingkungan dan alam...
    kalau kata temen sayah,,,itu yang namanya serendipity....

  1. Ambar mengatakan...:

    waktu aku kecil ya mas aku juga senang memperhatikan aktifitas semut, gotong royongnya mereka sangat solid..

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    hehehehe...waktu kecil ya..

    ini sayah juga tak sengaja mengamati tingkah laku semut itu...

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog