Dimanakah MaLu Kita?????

sebuah komentar yang terlalu panjang yang akhirnya sayah post di blog sayah saja. komentar ini sayah tujukan untuk Coretan SI Anak Mami
yang berjudul aku-M2M
sayah hanya ingin berbagi...sungguh hanya ingin berbagi.


wah panjang bener ni tulisannya...tapi asyik,,dengan gaya anak muda...xixixixxi...sayah suka dengan temanya...malu dan maaf...

dulu sayah punya pendapat yang sama seperti mbaknya yang tentang pengamen...ketika ada pengamen di bus atau di rumah kontrakan sayah yang sama sekali tak punya keahlian di bidang menyanyi ataupun maen gitar, sayah selalu berpikir hal yang sama dengan mbaknya,,,mereka ini pengemis yang berkedok pengamen.

namun skrg hal itu sudah berubah. Semenjak sayah memutuskan untuk menelusuri kehidupan anak jalanan dengan menjadi bagian dari mereka.

setiap sore sepulang kuliah,,,sayah menjelma menjadi salah satu dari mereka, menjadi bagian dari mereka. Pengamen.

dari situlah sayah tahu,,, betapa beruntungnya sayah dan orang2 yang masih bisa hidup dengan tidur beralaskan kasur didalam rumah. makan pun sudah ada yang menjamin yakni ortu kita atau pendidikan yang bisa kita kenyam dari mulai TK.

tapi mereka,,mereka yang sering kita caci maki dalam hati karena terlalu memaksakan menjadi pengamen meski tak punya modal suara dan bakat bermain musik, mereka tak seberuntung kita. mereka harus berjuang bertahan hidup dijalanan tanpa dibekali apa2. ada sebagian dari mereka yang memang tak memiliki bekal apa2 selain mengemis dan mengamen. Mereka terkadang harus berhadapan dengan satpol PP, preman, bahkan maut ketika sedang berjuang menyambung hidup, mencoba bertahan dari kerasnya gerusan manusia2 yang semakin tidak peduli dengan sesama, yang hanya mementingkan diri sendiri, yang hanya bisa marah2 (dalam hati atau secara langsung),tanpa pernah tahu bagaimana kehidupan mereka, latar belakang kenapa mereka jadi pengamen atau pengemis, tanpa pernah tahu sekeras apa hidup di jalanan.

tak sedikit pula mereka melakukan itu demi ibu dan bapak mereka yang sudah tua renta.

sering memang, tanpa kita sadari, kita selalu menjudge dan menyalahkan seseorang, tanpa pernah kita tahu latar belakang mengapa mereka sepeerti itu.


sayah tidak bermaksud untuk menyerang mbaknya,,,hanya saja, sayah ingin mengingatkan atau paling tidak sekedar berbagi, bahwa mereka (para pengamen dan pengemis) bukannya tak ingin mengubah nasib mereka. Mereka juga punya mimpi seperti orang lain. mereka juga tak ingin selamanya jadi pengamen dan pengemis semasa hidupnya, mereka juga punya mimpi. Tapi, kondisi di negara sayah ini tak selalu berpihak pada mereka.

jika sayah kaitkan dengan malu dan maaaf seperti tema mbaknya. maka sayah akan bilang bahwa kita lah yang seharusnya malu ketika melihat mereka yang seperti sang sopir, si ibu atau pun pengamen dan pengemis, karena kita hanya bisa marah2 atau mengumpat atau menyalahkan mereka yang (mungkin) tak pernah diajari tat krama, sopan santun dan budaya minta maaf serta malu.

kita sudah lupa,,,bahwa mereka juga saudara2 senegara, jika kita merasa malu dengan apa yang mereka lakukan atau kerjakan, maka jangan hanya mengumpat atau marah2 tapi doing something untuk mengajari mereka, untuk membantu mereka, untuk sedikit mengangkat harkat mereka.

ah ,,,sayah rasa ini sdah terlalu panjang...


sayah jadi inget peribahasa yang dulu sering saya dapatkan sewaktu SD,,,

gajah di pelupuk mata tak tampak namun semut di seberang lautan nampak.

itulah kita,,,kita yang termasuk pula sayah...
tak lupa sayah ucapkan maaf bila ada salah kata dari sayah...
sayah hanya berbagi atas apa yang pernah saya alami.

salam hormat dari sayah

Label: , ,

10 komentar:

  1. rosanakmami mengatakan...:

    bukan, bukan gitu maksudnya
    khan tadi di atas pun saya udah bandingin pengamen maksa itu dengan nenek2 yang masih dengan gigihnya mencari bekas-bekas botol plastik yang masih bisa dijual,
    nah poin saya di sini adalah kenapa si laki-laki pengamen ini gak coba aja pekerjaan lain yang emang dia bisa ketimbang maksain diri jadi pengamen. hei, dia khan bisa jadi kuli bangunan kerja pake tenaganya, atau dia bisa jadi pengumpul botol bekas tadi kayak si nenek itu khan bisa juga, apa aja asal jangan maksain, itu aja kok. Bukan, bukannya ndak mau tau kehidupan mereka. ah saya juga bukan dari keluarga yang kelewat gemerlap kok meski emang sejak TK pun saya udah dapet pendidikan yang layak, tapi di sekitar rumah saya, lingkungan saya tinggal pun banyak orang gak punya, tapi gak serta merta kayak laki-laki pengamen tadi, percaya atau gak saya kenal dengan salah satu nenek pengumpul botol bekas itu, dan saya acungin jempol untuknya yang masih mau bekerja keras dan gak mau menadahkan tangannya begitu aja.

  1. rosanakmami mengatakan...:

    Hei, hidup itu pilihan, saat keadaan sepertinya tak memberi kita pilihan maka yang harus kita lakukan adalah membuat pilihan itu jadi ada.
    well mungkin saya cuma bisa ngomong tanpa tau gimana aslinya kalo saya yang jadi mereka, tapi saya tau beberapa dari yang kurang beruntung itu yang masih punya harga diri dengan bekerja sesuai dengan kemampuan mereka, entah dengan jadi pengumpul sampah, tukang sapu, tukang cuci, atau apalah, setidaknya mereka gak maksa, setidaknya mereka masih ngejual tenaganya.

    Nah untuk kita yang tau tentang itu dan gak kasih tau kalo itu tu kurang baik[itu menurut saya], bukannya malah kita semakin menjerumuskan mereka ya dengan kita ngasih gitu ke laki-laki pengamen tadi dan sejenisnya?
    jujur aja, sebelumnya saya juga ngasih, cuma kok setelah yang satunya dikasih eh gak berapa lama muncul lagi yang lain lain dan lainnya lagi, banyak banget dan gak mau pergi kalo belum dikasih, udah ada setidaknya lima pengamen maksa bahkan sebelum makanan pesenan saya sampe di meja, kebayang gimana keselnya gak? jadi besok2nya saya kapok, karena menurut saya itu bukan hal yang baik.
    mereka akan ngerasa "nah khan cukup aja gw kayak gini toh mereka ngasih kok" dan itu gak baik menurut saya, mereka jadi gak mau mikir cara yang lebih baik.

  1. rosanakmami mengatakan...:

    Hmm, tapi thanks loh buat pendapatnya.
    I appreciate it so, :)
    entah lah, mungkin emang saya yang gak bisa aja berpikir dengan cara itu.
    karena menurut saya, selama masih bisa berusaha dengan cara lain, maka itu lebih baik.
    kecuali dia sungguhan bisa bernyanyi dan bermain gitar, setidaknya dia pantes untuk kerja jadi pengamen.

    nah sekali lagi makasi ya untuk pendapatnya, sampe diposting di sini juga,
    maaf juga kalo ada kata-kata saya yang salah...

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    thanks juga...

    yup....

    indahnya perbedaan pendapat...itulah indonesia...

    sayah juga ga suka dengan beberapa pengamen yang klo ga dikasih maksa...

    tapi sayah tahu benar,,bahwa sebagian dari mereka bukannya tak mau berusaha,,,
    hanya saja terkadang lingkungan sudah memandang sebelah mata pada sebagian dari mereka...

    lingkungan sudah terlanjur menjudge atau malah jijik,,,
    beberapa dari mereka juga terpaksa menjadi pengamen meski tanpa modal bakat sekalipun,,,karena sebagian dari mereka juga harus mencukupi kebutuhan adek2nya, bapak ibunya,,,


    dan mengapa mereka menjadi pengamen karena mengamen mempunyai hasil yang boleh dibilang bisa untuk menyambung hidup sebagian dari mereka dan mengamen di indonesia memang tak harus punya keahlian...


    yang jelas sayah sangat senang dengan mbaknya,,,karena sangat peka dengan lingkungan...

    salam hormat sayah...

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    oia,,,klo masalah kenapa sayah posting,,,kemaren itu sayah komentar ke mbaknya,,,tapi terlalu panjang kata mbah google,,,jadinya sayah posting disinih saja,,,siapa tahu mbaknya membaca...

  1. aan mengatakan...:

    wah sy menikmati betul postingan ini dan koment2 di atas..bnyak pelajaran yg sy dapet..

  1. rosanakmami mengatakan...:

    yap, kadang keadaan emang memaksa orang untuk melakukan hal yang sebenernya gak mau mereka lakukan.

    kalau berkenan jawaban dari komen yang di blog saya, saya jawab di sini http://rosanakmami.blogspot.com/2010/07/aku-hanya-sekedar-konfirmasi.html

    selamat hari Kamis, Patlu
    semoga hari ini menyenangkan.. :)

  1. munir ardi mengatakan...:

    obrolan yang sangat berisi sahabat

  1. Patlu itu Fahmi mengatakan...:

    @aan,,,thank atas kunjungannya dan sudah menyempatkan membaca tulisan sayah,,,

    @om munir,,, thanks om,,,

    @ mbak ros,,,sudah saya baca dan sayah sedikit komentar....
    thanks mbak,,,

  1. Bibir Senja mengatakan...:

    Saia ketinggalan ceritanya neh ya :D

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan jejak anda di kotak ini. Terima kasih atas kunjungan dan jejaknya.

Related Posts with Thumbnails

Komentar paling Anyar

Search


Kata Mutiara

"Hiduplah sesuka hatimu, bukan sesuka nafsumu."

Empoenya Rumah

Foto saya
Ga ada yang sempurna... Akupun masih jauh dari sempurna... Aku hanya manusia biasa yang juga mempunyai ego, amarah, keinginan, kesalahan,,,dan nafsu...

Penunjuk waktu

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

KotaK saling SAPA

Name :
Web URL :
Message :

jumlah pengintip blog